SELAMAT DATANG

Monday, 29 June 2015

SPM PERENCANAAN STRATEGIS

Perancanaan strategis

A.    Pengertian

Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program –program yang akan dilaksanankan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan kesetiap program selama beberapa tahun kedepan.

B.    Hubungan dengan formulasi strategis

Perbedaan antara dua proses manajemen, yaitu formulasi strategi dan perencanaan stategis, perbedaannya adalah bahwa formulasi startegi merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan startegi merupakan proses untuk memutuskan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.
Formulasi strategi biasanya memasukkan perttimbangan awal mengenai program program yang diadopsi sebagai alat untuk mencapai cita cita.  Studi studi yang dibuat  selama Proses perencanaan strategi mungkin mengindikasikan perlu mangubah cita cita atau strategi  naun, adalah penting untuk menjaga perbedaan konseptual antara formmulasi strategi dan perencanaan strategi , salah satu alasannya  adalah bahwa  proses perencanan cederung untuk menjadi terinstitusionalisasi, sehingga mengurangi aktivitas aktivitas yang murni kreatif, memisahkan formulasi strategi sebagai aktivitas tersendiri, palling tidak dalam pemikiran manajemen puncak, dapat meniadakan tendensi tersebut. Formulasi sttrategi sebaiknya merupakan aktivitas dimana ppemikiran yang kreatif dan inovatif sanngat dianjurikan.
C.    Evolusi Dari Perencanaan Strategis
Lima puluh tahun lalu, proses pperencanaan strategis dihampir  semua organisasi adalah tidak sistematis, jika  manajemen memikirkan perencanaan jangka panjang, hal tersebut dilakukan dengan cara yang terkoordinasi. Dibandingkan dengan pembuatan rencana untuk jangka tiga sampai empat tahun kedepan jumlah rincian umumnya lebih sedikit dibandingkan dengan rencana strategis pada tahun 1950-an. Sistem perencanaan strategi formal  pada akhir tahun 1950-an semua usaha usaha awalnya merupakan kegagalan karena merupakan adaptasi minor dari sistem pembatan anggaran yang ada. Data yang diperlukan jauh lebih terinci  dari yang seharusnya, para saf dan bukannya mannajemen linni yang mellakkukan hamper semua pekerjaan tersebut dan para partsipan megghabiskan banyak waktu untuk hal hal yang dianggap tidak terlalu penting.
D.    Manfaat dan Keterbatasan dari Perencannaan  Strategis
1.    Kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan
2.    Alat penggembangan manajemen
3.    Mekanisme untuk memaksa manajemen agar memikirkan jangka panjang
4.    Alat untuk menyejajarkan manajer dengan strategi jangka panjang perusahaan.
E.    Struktur dan Isi Program
Hampir disemua organisasi industrial, program adalah produk atau keluarga produk, ditambah riset dan pengembangan, aktivitas aktivitas umum dan administrative, akuisisi yang direncanakan, atau aktivitas aktivitas lainnya yang tidak sesuai dengan lini produk saat ini.
Dalam organisasi jasa, program cenderung berkaitan dengan jenis jasa yang diberikan oleh entitas tersebut. Pemerintah federal membagi aktivitasnya menjadi 10 program utama. Dalam organisasi jasa multi-unit, seperti rantai hotel , setiap unit aau setiap wilayah geografis merupakan suatu program.

F.     Hubungan Organisasional
Proses perencanaan strategis melibatkn manajemen senior dan manajer dari unit bisnis atau pusat tanggung jawab utama lainnnya, dibantu oleh staf mereka. Tujuan utamanya adalah memperbaiki komunikasi anttara eksekutif korporat dengann eksekutif unit biisnis dengan cara menyediakan rangkaian aktivitas terjadwal, untuk mecapaitujuan dan rencana yang disetuujui bersama.

G.    Menganalisis Program-program baru yang Di usulkan
1.    Analisis investasi modal
2.    Pengaturan untuk analasis
3.    Analisis rantai nilai
4.    Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas
H.    Langkah-langkah proses perencanaan strategi
1.    Meninjau dan memperbaharui rencana strategis dari tahun lalu.
2.    Memutuskan asumsi dan pedoman.
3.    Iterasi pertama  dari rencana strategis baru.
4.    Analisis.
5.    Iterasi kedua dari rencana stratgis baru.
6.    Meninjau dan menyetujui.
Perencanaan memasukkan ke dalam rencana strategis,implikasi dalam keputusan-keputusan ini beserta asumsi dan pedoman mengenai kekuatan-kekuatan eksternal seperti inflasi, kebijakan internal dan penetapan harga produk.

Menggunakan informasi ini unit bisnis dan unit pendukung mengusulkan rencana strategis baru hal ini didiskusikan secara mendalam dengan manajemen senior. Jika rencana korporat yang di hasilkannya tidak mengindikasikan bahwa profitabilitas akan mencukupi maka ada kesenjangan perencanaan yang di atasi dengan itirasi kedua dari rencana strategis. Beberapa teknik yang telah di sebutkan sebelumnya dapat membantu dalam proses perencnaan strategis.
I.    Strategi produsen dengan biaya terbaik
Ada enam elemen untuk strategi ini yaitu;
1.    Komitmen terhadap total kualitas dan kepuasan pelanggan.
2.    Pengetahuan akan persaingan dan dasar atas mana perusahaan bersaing.
3.    Strategi manufaktur yang focus untuk proses serta desain produk.
4.    Komunikasi dan keterlibatan karyawan yang efektif.
5.    Memformalkan program pengurangan biaya dalam kondisi baik maupun buruk.
6.    Komitmen untuk mendukung strategi tersebut melalui pengeluaran modal.

Makalah basis data

Basis data adalah tempat untuk menyimpa berbagai data yang diperlukan oleh organisasi, perusahaan, instansi maupun maupun pemerintah bahkan perorangan. Data yang dimiliki perusahaan atau pemerintah sangat variatif, misalnya data karyawan, ata barang, dan data pelanggan.Masing-masing data tersebut harus disimpan dalam tempat tersendiri.Tempat untuk mencatat data tersebut disebut file. Basis data dapat diperoleh dari dalam perusahaan (internal) maupun dari luar perusahaan (eksternal ).
        Basis data merupakan kumpulan beberapa tabel, setiap tabel digunakan untuk menyimpan data yang sejenis. Setiap tabel juga memiliki beberapa recordatau baris. Masing- masing baris mewakili suatu objek misalnya objek  manusia, benda, peristiwa dan sebagainya.Setiap baris data terdiri atas beberapa kolom, atau disebut juga atribut yang dimiliki oleh data bersangkutan. Misalnya data seorang mahasiswa, terdiri atas nomor mahasiswa, nim, angkatan, tempat tanggal lahir serta jurusan.
Model basis data secara unum ada 3 yaitu :
1.    Model Hirarkis, model ini sangat mirip dengan struktur organisasi suatu perusahaan. Contoh digambarkan bahwa Fakultas Ekonomi memiliki tiga jurusan, masing-masing jurusan akuntansi, manajemen dan perbanakan. Masing-masing jurusan tersebut memiliki tiga elemen yang dibawahinya, demikian seterusnya,
2.    Model Jaringan, model ini ditandai dengan adanya hubungan antara satau kelompok data dengan kelompok data yang lain.
3.    Model relasional , model ini menunjukan keterkaitan antara suatu tabel dengan tabel lain dengan lebih jelas disbanding kedua model terdahulu. Dalam metode ini, hubungan antar setiap tabel ditunjukan dengan cara menghubungkan atribut-atribut atau antar- field.

       Sebenarnya pada tahun 1970-an muncul model baru yang disebut model relasi yang disarankan oleh E.F Codd, akan tetapi metode ini kurang diterima oleh orang awam.Metode ini hanya diterima oleh kalangan perguruan tinggi saja karena metode ini menggunakan teknologi penyimpanan data yang rumit.



Dalam basis data terdapat hubungan antar kabel atau kardinalitas. Ada 3 jenis kardinalitas yaitu:
1.    Hubungan One-to-One, adalah huungan yang hanya melibatkan satu record disatu file dan satu record saja di file lain. Misalnya file Mahasiswa (terdiri dari field No Mhs dan Nama ) dihubungkan dengan field Peserta Ujian (terdiri dari field NIRM dan Nama Pesrta).
2.    Hubungan One-to-Many, terjadi bila suatu record yang ada di tabel kiri berhubungan dengan beberapa record yang ada disebelah kanan. Contohnya hubungan antara nama orang dengan beberapa nomor telepon.
3.    Hubungan Many-toMany, yaitu hubungan antara dua tabel yang memu ngkinkan data disebelah kiri berhubungan dengan beberapa tabel disebelah kanan.

         Berdasarkan tujuannya tabel dapat digolongkan menjadi dua yaiyu tabel mastr dan tabel transaksi. Tabel master adalah tabel yang berisi data lengkap sehingga dapat berdir sendiri, sedangkan tabel transaksi adalah tabel yang tidak lengkap atau hanya berisi kode saja.
Dalam basis data, fingsi kode antara lain sebagai berikut :
1.    Mencegah informasi menjadi berantakan
2.    Menyediakan sarana akuntabilitas untuk kelengkapan transaksi yang diproses
3.    Mengidentifikasi akun dan transaksi unik dalam suatu file
4.    Mendukung fungus audit

Dalam suatu perusahaan orang-orang yang terlibat dalam pengolahan basis data adalah :
1.    Database administrator, bertugas merancang dan mengembangkan basis data.
2.    System analist/system designer, bertugas merancang pengkodean prosedur dan pengendalian intern.
3.    Librarian, bertugas menyimpan program dan file data agar digunakn oleh yang berhak saja.
4.    Data operator, adalah orang yang menggunakan aplikasi untik program pencatatan data

       
Data yang disimpan dalam basis data harus dapat dibaca dan diolah . Fasilitas yang paling banyak dikenal pemakai computer adalh SQL (Structured Query Language). Struktur ini merupakan struktur tata bahasa yang sama antara program basis data satu dengan program basis data lainnya, sehingga pemakai Ms Acces misalanya tetap dapat menggunakan SQL pada program basis data lain seperti Oracle dan MS Fox Pro.
Dalam sistem informasi akuntansi dikenal basis data yang dinamakan basis data GLS. Basis data GLS terdiri dariberbagai file transaksi, file master, file referensi, dan file arsip. File-file ini bervariasi antata perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Kelebihan dari basis data ini adalah pada pengendaliannya karena memilike file pengendali cadangan. Sedangkan kelemahannya yaitu tidak efisien karena menggunakan pendekatan file berurutan yang tidak efisien dalam kegiatan operasi atau menfasilitasi pengurangan tenaga kerja.

Sunday, 28 June 2015

Makalah Tentang Reksadana

BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Mendengar kata investasi belakangan ini saya rasa  bahwa bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita. Salah satu investasi yang kita kenal yang akrab dengan kita yaitu menabung dibank.  menabung merupakan sebuah upaya melakukan penyimpan dari uang yang kita miliki untuk memperoleh laba. Banyak orang mengatakan bahwa menabung adalah investasi jangka panjang, namun  kategori menabung yang bisa di katakan sebagai bentuk investasi ialah menabung dengan pintar. Artinya menabung dengan memperhatikan kebutuhkan yang akan datang atau dengan kata lain kebutuhan akan masa depan. Mengkalkulasi tabungan dengan mempersiapkan akan kebutuhan kita mendatang.
Investasi adalah salah satu bentuk dari pengendalian keuangan untuk berjaga akan kebutuhan yang akan datang atau untuk memperoleh laba maksimal dari uang yang kita miliki. Investasi sector rill atau mendirikan sebuah usaha adalah salah satu bentuk investasi yang memiliki keuntungan besar, namun juga memiliki resiko yang cukup besar. Dalam kegiatan berinvestasi hendaknya memperhatikan prinsip, etika, dan hukum ekonomi.
Berinvestasi di reksadana merupakan alternatif berinvestasi masyarakat yang diinginkan memperoleh return investasi dari sumber yang jelas. Return investasi yang dapat diketahui tanpa harus turut serta dalam menjalankan investasi dengan tersedianya laporan return dari manager investasi atau pihak lain yang memberikan tempat atau jasa berinvestasi. Jadi reksadana hadir sebagai wadah yang dapat dipergunakan sebagai pemodal atau pihak yang ingin berinvestasi, namun memiliki waktu dan pengetahuan terbatas.
Berinvestasi dengan reksadana memiliki banyak manfaat, terturama bagi para investor kecil yang akan melaksanakan investasi tidak secara langsung, mengingat investasi secara langsung membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dalam berinvestasi dengan menggunakan reksadana investor akan diuntungkan dengan pengelolaan portofolio secara profesional oleh manager investasi. Sehingga dalam hal ini yang menjadi latar belakang penulis dalam menulis makalah ini.
B.    RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas ada beberapa rumusan masalah yang penulis akan uraikan antara lain yaitu:
a.    Bagaimana memahami Pengertian, Sejarah, dan Tujuan Berdirinya reksadana sebagai alternatif investasi?
b.    Apakah landasan hukum investasi reksadana ?
c.     Bagaimana pengelolaan dan sifat reksadana?
d.     Bagaimana bentuk dan jenis reksadana?
e.     Apa manfaat dan resiko reksadana?



BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian, Sejarah, dan Tujuan Berdirinya Reksadana
1.    Pengertian Reksadana
Secara etimologi kata reksadana berasal dari dua kata yaitu “reksa” yang berartikan jaga atau pelihara dan “dana” berarti uang. Secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa reksadana adalah kumpulan uang yang di jaga atau dipelihara. Sehingga dalam hal ini istilah reksadana didefinisikan sebagai suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari  masyarkaat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana merupakan jalan keluar bagi para pemodal kecil yang ingin ikut serta dalam pasar modal dengan modal minimal yang relative kecil dan kemampuan menanggung risiko yang sedikit.
2.    Sejarah Reksadana
Di Indonesia reksadana muncul pada tahun 1977 seiring dengan aktifnya pasar modal, yang kemudian dilegitimasi lagi dengan lahirnya UU No.8 tahun 1995 tentang pasar modal. Setelah itu, investasi reksadana semakin hari semakin meningkat dan tumbuh subur, terutama sejak tahun 1996 di mana pada tahun tersebut oleh Bapepam dicanangkan sebagai tahun reksadana di Indonesia.
Sejalan dengan perkembangan itu, sebagaian masyarakat muslim Indonesia memandang bahwa di dalam mekanisme reksadana masih ditemukan unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, terutama unsur riba an gharar. Untuk mengantisipasi unsu-unsur tersebut dengan tetap umat Islam bisa menginventasikan dana melalui reksadana yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah, yang kemudian menjelma menjadi reksadana syariah.
3.    Tujuan Berdirinya Reksadana
Pada dasarnya, reksadana syariah sama dengan reksadana konvensional, yang bertujuan mengumpulkan dana dari masyarakat, yang selanjutnya dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen-instrumen di pasar modal dan pasar uang. Instrumen itu seperti halnya saham, obligasi, deposito, sertifikat deposito, valuta asing dan surat utang jangka pendek (commercial paper). Reksadana Syariah ini termasuk dalam kategori reksadana terbuka (kontrak investasi kolektif).
B.    Landasan Hukum Investasi Reksadana
Bank Syariah Mandiri telah terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Nomor: 25/BL/STTD/APERD/2007 dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan tanggal 24 April 2007. Hal ini membuktikan bahwa dengan berdirinya agen penjual efek reksadana ini bahwa adanya landasan hukum yang berguna dalam menjawab permasalahan yang terjadi.
Beberapa landasan hukum investasi reksadana yaitu:
1.    Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Dalam hal ini perusahaan yang ingin bergerak dalam reksadana merupakan salah satu bentuk legalitas pendirian perusahaan atau badang yang dapat mengelola reksadana.
2.    Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 20/DSN-MUI/IV/2001 yang merupakan pedoman pelaksanaan investasi reksadana syariah. Dengan adanya fatwa dewan syariah nasional yang membolehkanya melakukan investasi namun dengan tetap memegang teguh pada syariah islam, sehingga manajer investasi yang bergerak di dalam reksadana syariah memiliki pedoman untuk tidak melakukan investasi pada barang-barang yang dilarang dalam islam.
C.    Pengelolaan dan Sifat Reksadana
1.    Pengelolaan Reksadana
Bentuk pengelolaan atau mekanisme operasional reksadana hanya dapat dilakukan oleh perusahan yang telah terdaftar atau mendapatkan izin dari Bapepam. Pengelolaan reksadana terdapat tiga pihak yang terlibat dalam hal ini yaitu:
a.    Manajer Investasi adalah pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan investasi, yang meliputi analisa, pemilih jenis investasi, pengambilan keputusan investasi, monitor pasar investasi, dan melakukan tindakan yang dibutuhkan investor. Menajer investasi dalam hal ini dapat berupa perusahan efek atau PT yang bergerak dalam reksadana, maupun perusahaan khusus sebagai perusahan Manajemen Investasi.
b.    Bank Kustondian adalah bank yang bertindak sebagai penyimpan kekayaan (safe keeper) serta administrator reksadana. Dana yang terkumpul bukan merupakan bagian kekayaan manajaner maupun bank kustondian, akan tetapi milik investor yang disimpan atas nama bank kustondian.
c.    Pelaku (Perantara) di pasar modal (broker, Underwriter) maupun di pasar uang (bank).
2.    Sifat Reksadana
Sifat reksadana menurut karakteristiknya dapat digolongkan menjadi dua yaitu:
a.    Reksadana Terbuka (Open-End Funds) merupakan Reksa Dana yang menerbitkan saham/unit penyertaan atau menawarkan dan menjualnya kepada investor sampai sejumlah  kembali saham/unit penyertaan yang telah dijualnya.
b.    Reksadana Tertutup (Close-End Funds) yang menerbitkan saham/unit  penyertaan dan menjualnya kepada investor namun tidak memiliki kewajiban untuk membeli saham/unit penyertaan  yang  telah  dijualnya.  Investor  hanya  dapat  menarik  investasinya  dengan  cara  menjual/mengalihkan saham/unit  penyertaan yang dimilikinya kepada investor lain yang berminat.
D.    Bentuk dan Jenis Reksadana
1.    Bentuk Reksadana
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).
a.    Reksa Dana berbentuk Perseroan (Investemet companies)
Suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi. Reksa dana berbentuk perseroan dibedakan berdasarkan sifatnya menjadi dua yaitu reksa dana terbuka (open end foud) dan reksa dana tertutup (close end foud). Adapun cirri dari reksa dana bentuk perseroan ini adalah :
1.    Badan hukum  terbentuk PT
2.    Pengelolaan kekayaan Reksadana didasarkan pada kontrak antra direksi perusahaan dengan manajer investasi yang ditunjuk.
3.    Penyimpanan kekayaan reksadana didasarkan pada kontrak antara manajer investasi dengan bank kustondian.
b.     Kontrak Investasi Kolektif (Unit Investement Trust)
Kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi. Karakteristik dari reksadana kontrak investasi kolektif adalah :
1.    menjual unit penyertaan secara terus menerus sepanjang ada investor yang membeli.
2.    Unit penyertaan tidak tercatat di bursa
3.    Investor dapat menjual kembali unit penyertaan yang dimilikinya kepada manajer investasi (MI) yang mengelola.
4.    Hasil penjualan atau pembayaran pembelian kembali unit penyertaan akan dibebankan pada kekayaan reksa dana.
5.      Harga jual/beli unit penyertaan didasarkan pada nilai aktiva bersih (NAB) perunit dihitung oleh bank kustondian secara harian.
2.    Jenis-Jenis Reksadana
Jenis-jenis reksadana sendiri dapat dibendakan berdasarkan potofolio yakni sebagai beirkut:
1.    Reksadana Pendapatan Tetap. (Fixed Income Fund)
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang. Umumnya memberikan penghasilan dalam bentuk bunga, seperti deposito, obligasi syariah, swbi, dan instrument lain. RDPT merupakan salah satu upaya melakukan investasi yang paling baik dalam jangka waktu menengah atau jangka panjang (>3 tahun) dengan resiko menengah
2.    Reksadana Saham. (Equity Fund)
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas. Pada umumnya efek saham memberikan kontribusi dengan memberikan hasil yang menarik, dalam bentuk caoutak gain dengan pertumbuhan harga-harga saham dan dividen.
Banyak perspeksi yang menganggap bahwa berinvensti pada saham sebih cenderung spekulatif, atau berudi. Namun secara teori dan pengalaman dilapangan menghatakan bahwa investasi pada saham adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan.
3.    Reksadana Campuran. (Siscretionary Fund)
Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya. Reksa dana campuran dalam orientasinya lebih fleksibel dalam menjalankan investasi. Fleksibel berartikan, pengelolaan investasi dapat digunakan untuk berpindah-pindah dari saham, ke obligasi, maupun ke deposit. Atau tergantung pada kondisi pasar dengan melakukan aktivitas trading,
4.    Reksadana Pasar Uang. (Money Market Fund)
Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun. Umumnya investasi dalam kategori reksa dana pasar uang memiputi, deposito, SBI, Obligasi serta efek hutang lainnya.
Reksadana pasar uang memiliki tingkat resiko yang minim, namun keuntungan yang di dapat juga sangat terbatas. Tujuannya adalah perlindungan modal dan untuk menyediakan likuiditas yang tinggi, sehingga ketika dibutuhkan dapat dicairkan setiap hari kerja dengan resiko penurunan nilai investasi yang hamper tidak ada.
E.    Manfaat dan Resiko Reksadana
1.    Manfaat reksadana
Secara umum Reksadana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:
a.    Dikelola oleh manajemen profesional
Pengelolaan portofolio suatu Reksadana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.
b.    Diversifikasi investasi
Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.
c.    Transparansi informasi
Reksadana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontineu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksadana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.
d.     Likuiditas yang tinggi
Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.
e.      Biaya Rendah
Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.
2.    Resiko Reksa Dana
Dalam berinvestasi tentulah kita perlu seorang investor mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.
a.    Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan
Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.
b.    Risiko Likuiditas
Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana.
c.    Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bersih, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis.
d.    Risiko Default
Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

BAB III KESIMPULAN
1.    Reksadana sebagai alternatif investasi adalah upaya lembaga keuangan non perbankan yang bertujuan membantu masyarakat untuk melakukan penjagaan atau perencanaan investasi keuangan untuk jangka waktu kedepan sebagai bentuk alfernatif berinvestasi.
2.    Landasan hukum investasi reksa dana  adalah Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia dan Fatwa dewan syariah mandiri Nomor: 20/DSN-MUI/IV/2001 yang merupakan pedoman pelaksanaan investasi reksa dana syariah.
3.    Pengelolaan dan sifat reksadana yaitu pengelolaan atau mekanisme operasional reksa dana hanya dapat dilakukan oleh perusahan yang telah terdaftar atau mendapatkan izin dari Bapepam. Sifat dari pada reksa dana ada dua yaitu reksa dana terbuka (open end foud) serta reksa dana tertutup (close end foud).
4.    Bentuk dan jenis reksa dana adalah secara umum bentuk reksa dana terbagi menjadi dua yaitu bentuk reksa dana perseroan (investeen company) dan kontrak investasi kolektif (unit investement trust). Jenis reksa terbagi menjadi empat yaitu Reksadana Pendapatan Tetap. (Fixed Income Fund), Reksadana Saham. (Equity Fund),  Reksadana Campuran. (Siscretionary Fund), Reksadana Pasar Uang. (Money Market Fund).
5.    Manfaat dan resiko reksa dana yaitu salah satunya manfaat dari reksa dana dikelola oleh manajemen profesional adapun resiko dari reksa dana salah satunya yaitu Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyerta.

Sistem Pengendalian Manajemen Ukuran Kinerja

UKURAN KINERJA

Sistem Ukuran Kinerja
Cita-cita dari sistem ukuran kineja adalah untuk mengimplementasikan strategi. Dalam menetapkan sistem semacam itu, manajemen senior memilih ukuran-ukuran yang paling mewakili strategi perusahaan. Ukuran-ukuran ini dapat dilihat sebagai factor keberhasilan penting (critical success factors) masa kini dan masa depan. Jika ukuran-ukuran ini membaik, berarti perusahaan telah mengimplementasikan strateginya.
Keterbatasan Sistem Pengendalian Keuangan
Cita-cita penting dari suatu perusahaan bisnis adalah untuk mengoptimalkan tingkat pengembalian pemegang saham. Tetapi, mengoptimalkan profitabilitas jangka pendek tidak selalu menjamin tingkat pengembalian optimum bagi pemegang saham karena nilai pemegang saham mencerminkan nilai sekarang bersih dari perkiraan laba masa depan. Pada saat yang sama, kebutuhan akan umpan balik dan pengendalian manajemen yang terus menerus mengharuskan perusahaan mengukur dan mengevaluasi kinerja unit bisinis paling tidak sekali setahun. Hanya mengandalkan pada ukuran-ukuran keuangan saja tidak cukup dan, faktanya, dapat menjadi disfungsional.
Singkatnya, mengandalkan pada ukuran keuangan saja adalah tidak mencukupi untuk memastikan bahwa strategi akan dilaksanakan dengan sukses. Solusinya adalah untuk mengukur dan mengevaluasi manajer unit bisnis menggunakan berbagai ukuran, baik keuangan maupun nonkeuangan. Perusahaan menggunakan ukuran keuangan dan nonkeuangan dimasa lalu. Tetapi, mereka cenderung untuk menggunakan ukuran keuangan dan nonkeuangan ditingkat yang lebih rendah dalam organisasi untuk pengendalian tugas dan penilaian keuangan ditingkat yang lebih tinggi untuk pengendalian manajemen.

Balanced Scorecard
Balanced scorecard adalah suatu contoh dari sistem ukuran kinerja. Menurut para pendukung pendekatan ini, unit bisnis harus diberikan cita-cita dan diukur dari empat perspektif, yaitu keuangan, Pelanggan, Bisnis internal, serta inovasi dan pembelajaran.
Balanced Scorecard memelihara keseimbangan antara ukuran-ukuran strategis yang berbeda dalam suatu usaha mencapai keselarasan cita-cita, sehingga dengan demikian mendorong karyawan untuk bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik organisasi.

Sistem Penilaian Kinerja: Pertimbangan Tambahan
Suatu sistem penilaian kinerja berusaha untuk memenuhi kebutuhan dari pihak pemangku kepentingan yang berbeda dari organisasi perusahaan dengan menciptakan campuran dari ukuran-ukuran strategis, yaitu Ukuran Hasil dan Pemicu, Ukuran keuangan dan nonkeuangan, dan ukuran internal dan eksternal.

Faktor Kunci Keberhasilan
Faktor Kunci keberhasilan membahas mengenai berapa ukuran nonkeuangan. Disini akan ditekankan mengenai variabel-variabel kunci yang dipilih untuk suatu unit bisnis tertentu.
Variabel Kunci yang Berfokus pada pelanggan
Variabel-variabel kunci berikut ini focus pada pelanggan yaitu pemesanan, pesanan tertunda, pangsa pasar, pesanan dari pelanggan kunci, kepuasan pelanggan, Retensi pelanggan, dan loyalitas pelanggan.
Variabel kunci yang Berkaitan dengan Proses Bisnis Internal
variabel kunci yang berkaitan dengan proses bisnis internal yaitu Utilitas kapasitas, pengiriman tepat waktu, perputaran persediaan, kualitas, dan waktu siklus.

Implemetasi Sistem Pengukuran Kinerja
Implementasi dari suatu sistem pengukuran keinerja melibatkan empat langkah umum, yaitu
1.    Mendefinisikan strategi
2.    Mendefinisikan ukuran-ukuran dari strategi.
3.    Mengintegrasikan ukuran-ukuran kedalam sistem manajemen.
4.    Meninjau ukuran dan hasilnya secara berkala.
Kesulitan-kesulitan dalam mengimplementasikan sistem pengukuran kinerja antara lain,
1.    Korelasi yang buruk antara ukuran nonkeuangan dengan hasilnya
2.    Terpaku pada hasil keuangan
3.    Ukuran-ukuran tidak diperbarui
4.    Terlalu banyak pengukuran
5.    Kesulitan dalam menetapkan trade-off

Pengendalian Interaktif
Peran utama dari pengendalian menajemen adalah untuk membantu pelaksanaan strategi. Dari sisi ini, strategi yang terpilih mendefinisikan factor kunci keberhasilan  yang menjadi titik pusat dari desain dan operasi sistem pengendalian. Hasil akhirnya adalah implementasi strategi yang berhasil. Dalam industeri yang mengalami perubahan yang pesat, informasi pengendalian manajemen juga memberikan dasar untuk memikirkan startegi baru. Hal ini yang disebut dengan pengendalian interaktif.
Tujuan utama dari pengendalian interaktif adalah untuk memfasilitasi terciptanya organisasi pembelajaran. Sementara factor kunci keberhasilan adalah penting dalam desain sistem pengendalian untuk mengimplementasikan strategi yang terpilih, ketidak pastian strategis memandu penggunaan sekelompok informasi pengendalian manajemen secara interaktif dalam mengembangkan strategi baru. Ketidakpastian strategis adalah pergeseran lingkungan secara mendasar yang mungkin mengganggu aturan-aturan yang dijalankan oleh suatu organisasi hari ini.
Pengendalian Interaktif memiliki karakteristi-karakteristik berikut ini :
1.    Sekelompok informasi pengendalian manajemen mengenai ketidakpastian strategis yang dihadapi oleh bisnis tersebut menjadi titik pusat.
2.    Eksekutif senior menerima informasi semacam itu dengan serius.
3.    Manajer pada semua tingkatan organisasi tersebut memfokuskan perhatiannya pada informasi yang dihasilkan oleh sistem itu.
4.    Atasan, bawahan, dan rekan kerja bertemu untuk menginterpretasikan dan membahas implikasi dari informasi untuk inisiatif strategis masa depan.
5.    Rapat dilaksanakan dalam bentuk debat serta tantangan terhadap data dan asumsi yang mendasari, srta tindakan yang sesuai.
Pengendalian inertaktif bukanlah suatu sistem yang terpisah, melainkan merupakan bagian yang integral dari sistem pengendalian manajemen. Beberapa informasi pengendalian manajemen membantu manajer untuk memikirkan strategi baru. Informasi pengendalian interaktif biasanya, namun tidak selalu, bersifat nonkeuangan. Karena ketidakpastian strategis berbda antara bisnis yang satu dengan yang lain, maka eksekutif senior pada perusahaan berbeda mungkin memiliki bagian yang berbeda dari sistem pengandalian manajemen merka untuk digunakan secara interaktif.
Suatu subsistem seharusnya memenuhi kondisi-kondisi berikut ini sebelum dapat digunakan sebagai sitem pengendalian interaktif:
1.    Data dalam subsistem harus tidak ambigu serta mudah dipahami serta diinterpretasikan.
2.    Subsistem tersebut harus memuat data mengenai ketidakpastian strategis.
3.    Data dalam subsistem seharusnya membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi baru.

ETIKA, PENIPUAN, DAN PENGENDALIAN INTERNAL

BAB 3 : ETIKA, PENIPUAN, DAN PENGENDALIAN INTERNAL
ISU ETIKA DALAM BISNIS
    Berbagai standar etika didapat dari adat sosial dan keyakinan pribadi yang mengakar mengenai hal-hal yang salah dan benar, yang belum tentu sama bagi setiap orang. Sering terjadi kita mencampur adukkan isu etika dengan isu hukum. Namun sebelum melangkah terlau jauh sebaiknya kita memperhatikan dulu yang dimaksud dari etika. Etika berkaitan berbaga standar yang digunakan seseorang dalam membuat pilihan dan dalam mengarahkan perilakunya di berbagai situasi yang melibatkan konsep mengenai benar dan salah. Berbagai isu etika dalam bisnis dapat dibagi dalam empat yaitu: kesetaraan, hak, kejujuran, dan penggunaan.
      Perusahaan yang sangat berhasil memperbaiki etika bisnis memiliki pelatihan dan kesadaran akan etika sejak lama, dimana mereka mempunyai komitmen yang besar dari pihak manajemen puncak untuk memperbaiki standar etika. Pihak manajer harus mempertahankan atmosfer beretika yang sesuai karena tidak cukup bagi para manajer jika hanya tergantung pada kesadaran tiap orang, melainkan diperlukan sebua komitmen. Kebanyakan individu mengembangkan kode etik berdasarkan lingkungan keluarga, pendidikan formal, dan pengalaman pribadi.
    Etika komputer adalah analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer serta berbagai formulasi dan justifikasi kebijakan yang terkait untuk penggunaan teknologi.  Keamanan komputer adalah usaha untuk menghindari peristiwa yang tidak diingankan seperti tidak adanya kerahasiaan dan integritas data. Sistem keamanan ini berfungsi untuk mencegah penipuan dan penyalahgunaan lain sistem komputer. Komputer dapat disalahgunakan dengan banyak cara, seperti menyalin peranti lunak berhak cipta, dan menggunakan komputer perusahaan untuk kepentingan pribadi.
    Jika informasi tidak andal perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya atau mencapai tujuannya jika informasinya tidak andal. Oleh karena itu para manajer harus mempertahankan sistm pengendalian internal yang tepat agar dapat memastikan integritas dan keandalan data.
PENIPUAN DAN AKUNTAN
    Tidak ada aspek utama dari peran independen auditor yang telah menyebabkan lebih banyak kontroversi untuk profesi akuntan publik selain tanggung jawab untuk mendeteksi penipuan selama audit. Penipuan merujuk pada penyajian data yang salah atas suatu fakta yang dilakukan oleh semua pihak ke pihak lain dengan tujuan membohongi pihak lain dan membuatnya percaya dengan fata yang tak sesuai.   
    Berdasarkan  hukum perdata, tindakan penipuan harus memiliki lima kondisi yaitu :
a.    Panyajian yang salah
b.    Fakta yang material
c.    Niat
d.    Kayakinan yang dapat dijustifikasi
e.    Kerusakan atau kerugian
Dalam literatur akuntansi penipuan umumnya disebut sebagai kejahatan kerah putih, kebohongan, penggelapan dan ketidakberesan. Auditor biasanya dihadapkan pada dua tingkat penipuan: penipuan karyawan dan penipuan manajemen. Berdasarkan penelitian, orang melakukan penipuan karena akibat dari tekanan dalam kepribadiannya dan lingkungannya. Tekakan itu dapat berupa: (1) tekanan keadaan (2) peluang (3) karakteristik pribadi [integritas].
Biaya penipuan akibat kerugian sulit diukur karena sejumlah alasan yaitu :
a.    Tidak semua penipuan terdeteksi
b.    Dari semua penipuan yang terdeteksi, tidak semua dilaporkan
c.    Dalam banyak kasus penipuan , hanya dapat dikumpulkan informasi yang tidak lengkap
d.    informasi yang tidak disebarkan dengan benar ke pihak manajemen atau ke badan penegak hukum
e.    Sering kali, perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan tuntutan hukum atau pengadilan terhadap pelaku penipuan.
Penelitian AFCE memeriksa sejumlah faktor yang mencirikan pelaku penipuan, termasuk posisinya dalam perusahaan, kolusi dengan pihak lain, gender, umur, serta pendidikannya.
Tiga kategori umum skema penipuan adalah
a.    Laporan Tipuan
Laporan tipuan dihubungakan dengan pihak manajemen. Jika semua penipuan melibatkan  beberapa betuk kesalahan laporan keuangan, untuk memenuhi definisi dibawah kelas skema penipuan ini, laporan tersebut harus memberikan manfaat keuangan langsung serta tidak langsung bagi pelakunya. Masalah yang mendasari adalah (1) kurangnya independensi auditor, (2) kurangnya independensi direktur, (3) skema konpensasi eksekutif yang meragukan, (4) praktik akuntansi yang tidak tepat. 



b.    Korupsi
Korupsi melibatkan eksekutif, manajer, atau karyawan dalam bentuk konklusi dengan pihak luar. ACFE mengidentifikasi empat jenis umu korupsi yaitu penyuapan, pemberian hadiah yang ilegal, konfklik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang bernilai ekonomi.
Penyuapan. Penyuapan melibatkan pemberian, penawaran, permintaan, dan penerimaan berbagai hal yang berniai untuk mememngaruhi seorang pejabat dalam menjalankan kewajibannya.
Hadiah ilegal. Hadiah ilegal melibatkan pemberian, penerimaan, penawaran atau permintaan atas sesuatu yang bernilai karena tindakan resmi yang telah dilakukan.
Konflik kepentingan. Konflik kepentinganterjadi karena seorang karyawan bertindak atas nama pihak ketigamelaksanakan kewajibannya atau memiliki kepentingan pribadi dalam aktivitas yang dilakukan.
Pemerasan secara ekonomi. Pemerasan secara ekonomi adalah penggunaan tekanan oleh seseorang atau perusahaan untuk mendapatkan suatu yang benilai.

KONSEP DAN PROSEDUR PENGENDALIAN INTERNAL
    Manajemen perusahaan diwajibkan secara hukum untuk membuat dan memelihara sistem pengendalian internal yang memadai. Karena banyak sistem pengendalian internal yang langsung berhubungan dengan pemrosesan transaksi, para akuntan adalah partisipan utama dalam memastikan kecukupan pengendalian.
    Sistem pengendalian manajemen terdiri atas berbagai kebijakan, praktik, dan prosedur yang diterapkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan umumnya:
a.    Menjaga aktiva perusahaan
b.    Memastikan akuransi dan keandalan ctatan serta informasi akuntansi
c.    Mendorong efisiensi dalam operasional perusahaan
d.    Mengukur kesesuaian dengan kebijakan serta prosedur yang ditetapkan oleh pihak manajemen
Pengendalian pencegahan adalah teknik pasif yang didesain untuk mengurangi ftrekuansi terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan. Pengendalian pencegahan menegakkan kesesuaian antara tindakan yang seharusnya dengan yang diinginkan, hingga mencegah peristiwa yang menyimpang. Pengendalian pemeriksanaan membentuk lini pertahanan kedua.ini adalah berbagai alat, teknik dan prosedur yang didesain untuk mengidentifikasi serta mengekspos berbagai peristiwa tidak diingankan dan yang lepas dari pengendalian pencegahan. Pengendalian perbaikan adalah tindakan yang diambil untuk membalik berbagai pengaruh kesalahan yang terdeteksi dalam tahap sebelumnya.
Lingkungan pengendalian adalah dasar dari empat komponen pengendalian lainnya. Lingkungan pengendalian menentukan arah perusahaan memengaryhi kesadaran pengendalaian pihak manajemen dan karyawan. Berbagai elemen penting dari lingkungan pengendalian yaitu:
a.    Integritas dan nilai etika manajemen
b.    Struktur organisasi
c.    Keterlibatan dewan komisariat dan komite auit, jika ada
d.    Filosofi manajemen dan siklus operasionalnya
e.    Prosedur untuk mendelegasikan tanggung jawab dan otoritas
f.    Metode manajemen untuk menilai kinerja
g.    Pengeruh eksternal, seperti pemeriksaan olhe badan pemerintahan
h.    Kebijakan dan praktik perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia
Sistem informasi akuntansi (SIA) terdiri atas berbagai record dan metode yang digunakan untuk melakuakn, mengidentifikasi, menganalisis, mengkasifikasikan dan mencatat berbagai transaksi perusahaan sertta menghitung berbagai aktiva dan kewajiban yang ada didalamnya.
Pihak manajemen harus memastikan bahwa pengendalian internal berfungsi seperti yang dimaksud. Dimana harus ada  pengawasan yang merupakan proses yang memungkinkan kualitas desain pengendalian internal serta operasinya berjalan. Pengawasan pada aktivitas yang berjalan dapat diwujudkan melalaui intergrasi berbagai modul komputer yang terpisah ke dalam sistem informasi dan pengguna laporan manajemen lengkap.
Aktivitas pengendalian adalah berbagai kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk memstikan bahwa tindakan yang tepat  telah diambil untuk mengatasi resiko perusahaan yang telah diidentifikasi. Aktifitas pengendalian dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : pengendalian komputer dan pengendalian fisik.
Lima pengendalian komponen internal yaitu, lingkungan pengendalian, penilaian resiko, infirmasi dan komunikasi, pengawasan, dan aktivitas pengendalian menyediakan informasi yang penting mengenai resiko penyalahsajian yang penting dalam  laporan keuangan dan penipuan.  Struktu pengendalian internal internal ini menyediakan informasi dan membimbing auditor dalam perencanaan berbagai pengujian tertentu untuk menetapkan kecendrungan dan keluasan penyalahsajian laporan keuangan.

Saturday, 27 June 2015

MAKALAH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN “Penyusunan anggaran”


A.    Hakikat anggaran
Anggaran merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu. Anggaran memiliki karakteristik-karakteristik antara lain :
    Anggaran mengestimasikan potensi laba dari uit bisnis tersebut.
    Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah nonmoneter (contoh: unit yang terjual atau diproduksi).
    Biasanya meliputi waktu selama satu tahun. Dalam bisnis-bisnis yang sangat dipengaruhi oleh factor-faktor musiman.
    Merupakan komitmen manajemen.
    Usulan anggaran ditinjau dan disetujui  oleh pejabat yang lebih tinggi wewenangnya dari pembuat anggaran .
    Setelah disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu.
    Secara berkala,kinerja keuangan actual dibandingkan dengan anggaran dan varians dianalisis serta dijelaskan.

 
B.    Perbedaan antara anggaran dengan perencanaan strategis dan prediksi

    Perbedaan anggaran dengan perencanaan strategis
Perencanaan strategis adalah proses untuk memutuskan hakikat dan ukuran dari beberapa program yang harus dijalankan guna mengimplementasikan berbagai strategis organisasi. Baik perencanaan strategis dan penyusunan anggaran melibatkan perencanaan,namun jenis aktivitas perencanaannya berbeda antara kedua proses tersebut.proses penyusunan anggaran focus pada satu tahun, sementara perencanaa strategis focus pada aktivitas aktivitas yang mencakup periode beberapa tahun. Selain itu perbedaan lain antara anggaran dengan  rencana strategis adalah bahwa rencana strategis intinya terstruktur berdasarkan lini produk atau program lain, sementara anggaran terstruktur berdasarkan pusat tanggung jawab.
    Perbedaan anggaran dengan prediksi
Anggaran berbeda dari prediksi dalam beberapa hal. Anggaran adalah suatu rencna manajemen, dengan asumsi implisit bahwa langkah-langkah positif akan diambil oleh pembuat anggaran. Sedangkan prediksi hanyalah suatu perkiraan akan apa yang mungkin terjadi,tetapi tidak mengandung implikasi bahwa pembuat prediksi akan berupaya untuk membuat kejadian sehingga prediksinya akan tereaalisasi.

C.    Kegunaan anggaran
Penyusunan anggaran operasi memiliki empat tujuan utama yaitu :
    Untuk menyesuaikan rencana strategis
    Untuk membantu mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
    Untuk menugaskantanggung jawab kepada manajer, untuk mengotorisasi jumlah yang berwenang untuk mereka gunakan,dan untuk menginformasikan kepada mereka mengenai kinerja yang diharapkan dari mereka.
    Untuk memperoleh komitmen yang merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja actual manajer.


D.    Jenis jenis anggaran
    Anggaran operasi.
    Anggaran modal.
    Anggaran neraca.


E.    Proses penyusunan anggaran
Anggaran disusun sedemkian rupa sehingga angka-angjka diidentifikasi dengan pusat tanggung jawab tertentu . proses tersebut dimulai dengan penyebaran pedoman yang tlah disetujui oleh manajemen senior.menggunakan pedoman ini, setiap manajer tanggung jawab menyusun usulan anggaran, yang ditinjau oleh atasan mereka, dan posisi yang disetujui dinegosiasikan. Ketika potongan-potongan individual ini mencapai puncak dari unit bisnis atau organisasi secara keseluruhan, analisis meninjaunya dalam hal konsistensi dan ketaatan pada cita-cita korporat secara keseluruhan.



F.    Aspek aspek keperilakuan
Salah satu tujuan dari system pengendalian manajemen adalah untuk mendorong manajer agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai cita-cita organisasi. Beberapa pertimbangan motivasional dalam penyusunan anggaran operasi dijelaskan sebagai berikut.

    Partisipasi dalam proses penyusunan anggaran.
Suatu proses penyusunan anggaran bisa bersifat atas ke bawah atau dari bawah ke atas. Dengan penyusunan anggaran dari atas ke bawah, manajemen senior menetapkan anggaran bagi tingkat yang lebih rendah. Dengan penyusunan anggaran dari bawah ke atas, manajer ditingkat yang lebih rendah berpartisipasi dalam menentukan besarnya anggaran.
Penyusunan anggaran partisipatf sangat menguntungkan untuk pusat tanggung jawab yang beroperasi dalam lingkungan yang dinamis dan tidak pasti karena manajer yang bertanggung jawab atas pusat tanggung jawab semacam itu kemungkinan besar memiliki informasi terbaik mengenai variable yang mempengaruhi pendapatan dan beban mereka.

    Tingkat kesulitan dari target anggaran
Anggaran yang ideal adalah anggaran yang menantang tetapi dapata dicapai. Dalam istilah statistic, hal ini dapat diartikan bahwa seorang manajer yang berkinerja dengan cukup baik mempunyai kesempatan paling tidak sebesar 50% untuk mencapai jumlah anggaran. Salah satu dari keterbatasan dari target yang dapat dicapai adalah kemungkinan bahwa manajer unit bisnis tidak melakukan usah yang memuaskan ketika anggaran trcapai. Keterbatasan ini dapat diatasi dengan menyediakan pembayaran bonus untuk kinerja actual yang melebihi anggaran.

    Keterlibatan manajemen senior
Keterlibatan manajemen senior perlu agar supaya system anggaranmanapun menjadi efektif dalam memotivasi pembuat anggaran. Manajemen harus berpartisipasidalam peninjauan dan persetujuan anggaran, dan persetujuan tidak hanya sebagai stempel.

    Departemen anggaran.
Departemen anggaran memiliki masalah keperilakuan yang sulit. Departemen ini harus menganalisis anggaran secara rinci, dan departemen tersebut harus yakin bahwa anggaran disusun dengan memadai dan informasinya adalah akurat.
Untuk melaksanakan tugas mereka dengan efektif, maka anggota departemen anggaran harus mempunyai reputasi sebagai orang yang tidak memihak dan adil. Jika mereka tidak mempunyai reputasi ii, maka akan sulit, jika tidak mungkin bagi mereka untuk melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan untuk mempertahankan system pengendalian anggaran yang efektif.

MAKALAH PENENTUAN HARGA TRANSFER

BAB I
PENDAHULUAN

a.    Latar Belakang

Dalam suatu perusahaan yang organisasinya telah dibagi-bagi menjadi pusat-pusat laba, transfer barang atau jasa antar pusat laba tersebut menimbulkan masalah penentuan harga transfer, karena  masing-masing pusat laba diukur kinerjanya berdasarkan laba, sehingga setiap transfer barang atau jasa antar pusat laba akan berdampak terhadap laba masing - masing pihak yang terkait.
Perusahaan melakukan penetapan harga dengan berbagai cara. Pada perusahaan-perusahaan kecil biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak bukannya oleh bagian pemasaran.Sedangkan pada perusahaan-perusahaan besar penetapan harga biasanya ditangani oleh manajer divisi dan lini produk.Bahkan disni manajemen punjak juga menetapkan tujuan dan kebijakan umum penetapan harga serta serta pemberian persetujuan atas ususlan harga dari manajemen dibawahnya.
Masalah penentuan Harga Transfer dijumpai dalam perusahaan yang organisasinya disusun menurut pusat – pusat laba, dan antara pusat laba yang dibentuk terjadi transfer barang atau jasa. Latar belakang timbulnya masalah harga transfer dapat dihubungkan dengan proses diferensiasi bisnis dan perluna integrasi dalam organisasi yang telah melakukan diferensiasi bisnis.

b.    Rumusan masalah
•    Apa definisi dari Harga transfer ?
•    Sebutkan tujuan dari harga transfer.
•    Metode-metode apa saja yang dipakai dalam menentukan harga transfer.?










BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Harga Transfer
               
Harga transfer adalah nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi yang setidaknya salah satu dari dua pihak yang bertransaksi merupakan pusat laba.
Untuk organisasi yang terdesentralisasi, keluaran dari sebuah unit dipakai sebagai masukan bagi unit lain. Transaksi antar unit ini mengakibatkan timbulnya suatu mekanisme transfer pricing. Transfer pricing didefenisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antar divisional untuk mencatat pendapatan unit penjual (selling division)dan unit divisi pembeli (buying divison). Pada penjelasan ini pengertian harga transfer dibatasi pada nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi yang setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba.
Harga transfer dalam arti luas adalah harga barang dan jasa yang ditransfer antar pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi tanpa memandang bentuk pusat pertanggungjawaban.
Dalam arti sempit, harga transfer adalah harga barang atau jasa yang ditransfer antar pusat laba atau setidak-tidaknya salah satu dari pusat pertanggungjawaban merupakan pusat laba. Untuk pembahasan lebih lanjut, maka harga transfer ini digunakan untuk kepentingan penilaian kemampuan laba divisi.
Di dalam suatu perusahaan terdapat:
1.     Divisi yang menjual produk (barang/jasa) = penjual.
2.     Divisi yang membeli produk (barang/jasa) = pembeli.
Oleh karena itu dalam divisi-divisi tersebut perlu dibuat 2 (dua) macam keputusan, yaitu :
1.     Keputusan pemilihan sumber, adalah menetapkan membeli dari luar perusahaan atau eksternal (pemasok) atau membeli dari dalam perusahaan atau internal (divisi penjual).
2.     Keputusan penetapan (penentuan) besarnya harga transfer

Akuntansi keuangan menghendaki agar setiap transaksi dilakukan dengan pihak luar yang independen sehingga dengan demikian transaksi tersebut bersifat objektif. Akan tetapi persyaratan tersebut sukar dipenuhi oleh sebuah pusat laba yang merupakan salah satu mata rantai dari perusahaan berintegrasi vertikal. Misalnya, perusahaan pulp, perusahan kertas, dan perusahaan kotak karton. Dalam perusahaan berintegrasi vertikal, setiap pusat laba membeli bahan mentahnya dari pusat laba sebelumnya. Kalau bahan mentah tersebut tersedia di pasar, maka harga pasar tersebut dapat digunakan sebagai harga transfer, sehingga transaksi interen tersebut masih bersifat objektif.
Akan tetapi ada kemungkinan semua perusahaan yang termasuk dalam suatu industri merupakan perusahaan yang berintegrasi masing-masing memenuhi sendiri kebutuhannya akan bahan mentah sehingga tidak terdapat pasar bebas untuk bahan mentah tersebut. Dalam hal demikian, laba yang diperoleh pusat laba tidak mencerminkan laba yang objektif.

B. Tujuan Harga Transfer
Harga transfer yang terjadi antar unit harus mencapai beberapa tujuan, antara lain:
1.     Memberi informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan imbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan.
2.     Menghasilkan keputusan yang selaras dengan cita-cita (meningkatkan laba unit usaha namun juga dapat meningkatkan laba perusahaan).
3.      Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual.
4.     Sistem tersebut harus mudah dimengerti dan dikelola.
Harga transfer sering memicu masalah terutama pada penentuan harga sepakatannya, karena melibatkan dua unit, yaitu unit pembeli dan unit penjual, dan harga transfer juga mempengaruhi pengukuran laba unit, harga transfer yang tinggi akan merugikan unit pembeli sedangkan harga transfer yang terlalu rendah akan merugikan unit penjual, maka penentuan harga transfer menjadi hal yang sangat penting.





C. Penentuan Harga Transfer

Tentunya dalam penentuan harga transfer manajemen tidak dapat sembarangan menentukan harga, secara garis besar harga tersebut sebisa mungkin tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat, selain itu harga transfer dalam praktiknya harus terus diperhatikan agar tujuan manajemen sesuai dengan tujuan perusahaan.
Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan seandainya produk tersebut diual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar. Namun hal tersebut dalam dunia nyata sangat sulit diterapkan, hanya sedikit perusahaan yang menetapkan prinsip ini.

Secara umum harga transfer dapat ditentukan dengan menggunakan metode-metode berikut:
1.     Harga Transfer Berdasarkan Harga Pasar (Market-Based Transfer Prices).
Harga transfer berdasarkan harga pasar dipandang sebagai penentuan harga transfer yang paling independen. Barang-barang yang diproduksi unit penjual dihargai sama dengan harga yang berlaku di pasar, pada sisi divisi penjual ada kemungkinan untuk memperoleh profit, pada sisi pembeli harga yang dibayarkan adalah harga yang sewajarnya.
Namun yang menjadi kelemahan utama dari sistem ini adalah jika harga suatu produk ternyata tidak tersedia di pasar. Tidak semua barang-barang yang diperjual-belikan antar divisi tersedia di pasar, misalnya pada suatu industri yang terdeferensiasi dan terintegrasi seperti industri kertas, jika divisi penjual harus mengirim kertas yang setengah jadi ke divisi lain, pasar tidak menyediakan harga kertas mentah atau setengah jadi.
Namun, jika harga pasar tersedia atau dapat diperkirakan maka ada baiknya menggunakan harga pasar. Meskipun demikian, jika tidak ada cara untuk memperkirakan harga kompetitif, pilihan lainnya adalah mengembangkan harga transfer berdasarkan biaya(cost-based transfer price).

2.     Harga Transfer Berdasarkan Biaya (Cost-based Transfer Prices)
Perusahaan menggunakan metode penetapan harga transfer atas dasar biaya yang ditimbulkan oleh divisi penjual dalam memproduksi barang atau jasa, penetapan harga transfer metode ini relatif mudah diterapkan namun memiliki beberapa kekurangan.Pertama, penggunaan biaya sebagai harga transfer dapat mengarah pada keputusan yang buruk, jika seandainya unit penjual tidak dapat memproduksi dengan optimal sehingga menghasilkan biaya yang lebih tinggi daripada harga pasar, maka dapat terjadi kecenderungan pembelian barang dari luar. Kedua, jika biaya digunakan sebagai harga transfer, divisi penjual tidak akan pernah menghasilkan laba dari setiap transaksi internal. Ketiga, penentuan harga transfer yang berdasarkan biaya berarti tidak ada insentif bagi orang yang bertanggung jawab mengendalikan biaya.
Umumnya perusahaan menetapkan harga transfer atas biaya berdasarkan biaya variabel dan atau biaya tetap dalam bentuk: biaya penuh (full cost), biaya penuh ditambah mark-up (full cost plus markup) dan gabungan antara biaya variabel dan tetap (variable cost plus fixed fee).

3.     Harga Transfer Negoisasi (Negotiated Transfer Prices)
Dalam ketiadaan harga, beberapa perusahaan memperkenankan divisi-divisi dalam perusahaan yang berkepentingan dengan transfer pricing untuk menegosiasikan harga transfer yang diinginkan. Harga transfer negoisasi memiliki beberapa kelebihan. Pertama, pendekatan ini melindungi otonomi divisi dan konsisten dengan semangat desentralisasi. Kedua, manajer divisi cenderung memiliki informasi yang lebih baik tentang biaya dan laba potensial atas transfer dibanding pihak-pihak lain dalam perusahaan.
Harga transfer negosiasian mencerminkan prespektif kontrolabilitas yang inheren dalam pusat-pusat pertanggungjawaban karena setiap divisi yang berkepentingan tersebut pada akhirnya yang akan bertanggung jawab atas harga transfer yang dinegosiasikan. Namun transfer pricing ini tidak begitu mudah untuk ditentukan karena posisinya pada situasi sulit yang bisa menimbulkan conflict of interest diantara kedua belah pihak yang terlibat, yaitu divisi penjual dan divisi pembeli. Artinya, tidak akan ada satu metode transfer price yang terbaik, yang akan diterima mutlak oleh kedua belah pihak.

D. Metode Penentuan Harga Transfer
Metode penentuan Harga Transfer terdiri atas :
1.     Metode Market Price
      Harga transfer berdasarkan harga pasar merupakan harga transfer pada situasi yang ideal. Penentuan harga transfer dengan harga pasar harus memenuhi beberapa kondisi, yaitu:
v Manajer dibantu oleh staf-staf yang kompeten.
v Manajer harus memandang bahwa harga transfer tersebut adil.
v Harga pasar yang ditetapkan sebagai harga transfer seharusnya masih bisa dihemat karena a    danya piutang tak tertagih dan biaya iklan.
v Manajer harus mengetahui semua informasi yang relevan tentang pendapatan dan biaya serta masing-masing alternatifnya.
v Manajer memiliki kebebasan untuk menentukan akan menjual atau membeli dari atau ke dalam dan keluar perusahaan.
  Akan tetapi kondisi ini menghadapi beberapa hambatan, seperti:
Untuk Sumber daya yang akan diperoleh atau dijual berada pada pasar terbatas karena kebutuhan dalam perusahaan yang besar, adanya produsen tunggal atau pertimbangan investasi yang telah dikeluarkan untuk membentuk suatu unit usaha. Pada Pasar terbatas harga transfer yg tepat adalah harga kompetitif (yaitu harga yang ditentukan dengan mempertimbangkan kontribusi setiap pusat laba thdp laba perusahaan). Harga kompetitif dapat ditentukan berdasarkan harga pasar yang telah ditentukan, penawaran (bid), maupun harga yang berlaku di pasar bebas.
Untuk Pusat laba memiliki kelebihan atau kekurangan kapasitas industri. Apabila terdapat kelebihan kapasitas, pusat laba diarahkan untuk membeli atau menjual barang dari atau ke dalam perusahaan saja, dan sebaliknya.
Adalah penetapan berdasarkan harga transfer harga pasar, dan metode ini paling disukai. Jika menggunakan metode harga pasar, harga transfer dihitung dengan menggunakan metode harga pasar minus, yaitu harga yang berlaku di pasar dikurangi dengan potongan volume dan berbagai biaya yang dapat dihindari oleh divisi penjual untuk mendapatkan harga barang atau jasa yang ditransfer dari divisi penjual ke divisi pembeli.
Jika produk yang ditransfer memiliki harga pasar, harga pasar produk merupakan biaya kesempatan, baik bagi divisi penjual maupun bagi divisi pembeli, sehingga harga tersebut merupakan dasar yang adil sebagai dasar penentuan harga transfer bagi divisi yang terlibat. Keunggulannya adalah harga transfernya cukup objektif. Kelemahannya adalah harga pasar produk atau jasa tertentu tidak tersedia.
Situasi yang paling ideal pada penentuan harga transfer adalah berdasarkan harga pasar, hal ini akan tercapai jika dipenuhi kondisi-kondisi berikut ini:
a)    Orang-orang yang kompeten
Para manajer harus memperhatikan kinerja jangka panjang dari pusat tanggung jawab mereka, sama seperti kinerja jangka pendeknya.
b)    Atmosfer yang baik
Para manajer harus menjadikan profitabilitas sebagai dasar penilaian kinerja, sehingga harga transfer yang dikehendaki adil.
c)     Harga pasar yang normal dan mapan
Harga transfer yang ideal adalah berdasarkan harga pasar yang normal dan mapan dari produk yang sedang ditransfer, maksudnya harga pasar mencerminkan kondisi yang sama (kualitas, kuantitas, dan waktu pengiriman) dengan produk yang dikenakan harga transfer sehingga memperoleh penghematan dari penjualan di dalam perusahaan.
d)    Kebebasan memperoleh sumber daya
Alternatif dalam memperoleh sumber daya haruslah ada dan para manajer sebaiknya diizinkan memilih alternatif yang paling baik untuk mereka.
e)     Informasi penuh
Para manajer harus mengetahui semua alternatif yang ada, serta biaya dan pendapatan yang relevan dari masing-masing alternative tersebut.
f)      Negosiasi
Harus ada mekanisme kerja untuk melakukan negosiasi “kontrak” antar unit usaha.

2.     Metode Harga Pokok
Harga transfer berdasarkan biaya (harga pokok) ditentukan berdasarkan biaya ditambah dengan laba.
Dasar biaya yang digunakan adalah biaya standar (biaya aktual produksi ditambah dengan insentif tertentu untuk menentukan biaya yang akan dijadikan standar).
Penambahan laba (mark-up laba) dihitung dengan 2 keputusan, yaitu:
a.    Dasar penambahan laba, yaitu berdasarkan persentase dari biaya atau dari investasi.
b.     Besarnya laba yang diperbolehkan, yaitu dengan memperhitungkan biaya penggantian (replacement cost).
§  Keterbatasan lain akan timbul berkaitan dengan biaya tetap, yang harus ditanggung pusat laba penjual dan pusat laba pembeli. Pada kondisi ini sebaiknya:
v Kedua pusat laba menetapkan persentase biaya tetap yang harus ditanggung secara berkala.
v Masing-masing pusat laba melakukan perhitungan harga transfer (Dua Langkah Penentuan Harga Transfer).
v Menggunakan sistem pembagian laba (profit sharing), dimana produk yang ditransfer ke unit pemasaran ditentukan berdasarkan biaya variabel standar dan setelah terjual unit-unit usaha membagi kontribusi yang dihasilkan (harga jual dikurangi biaya variabel produksi dan pemasaran).
v Menggunakan Metode Dua Kelompok Harga, yaitu unit produksi akan dibebankan berdasarkan harga jual dan unit pembeli dibebankan berdasarkan total biaya standar. Selisihnya dibebankan ke akun kantor pusat dan akan dieliminasi ketika laporan keuangan unit usaha dikonsolidasikan.
Metode harga pokok Adalah metode yang digunakan apabila harga kompetitif tidak tersedia. Di dalam akuntansi biaya yang konvensional komponen-komponen harga pokok produk terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variable.
Konsep harga pokok tersebut tidak selalu relevan dengan kebutuhan manajemen. Oleh karena itu timbul konsep lain yang tidak memperhitungakn semua biaya produksi sebagai komponen harga pokok produk. Jadi di dalam akuntansi biaya, dimana perusahaan industri sebagai modal utamanya, terdapat dua metode perhitungan harga pokok yaitu Full Costing dan Variable Costing. Perbedaan pokok diantara kedua metode tersebut adalah terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi yang bersifat tetap. Adanya perbedaan perlakuan terhadap Biaya Overhead Pabrik Tetap ini akan mempunyai pengaruh terhadap perhitungan harga pokok produk dan penyajian laporan rugi-laba.
3. Metode Negotiated Price
Adalah penetapan harga transfer berdasarkan negosiasi antara 2 (dua) pusat pertanggungjawaban. Metode ini dilakukan jika terdapat suatu pertentangan yang cukup signifikan diantara keduanya sehingga dicapai kesepakatan harga oleh kedua belah pihak, sehingga tidak perlu arbitrasenya.
Di hampir semua perusahaan, unit usaha menegosiasikan harga transfer satu sama lain; maksudnya, harga transfer yang tidak ditentukan oleh kelompok staf pusat. Alasan yang paling penting untuk hal ini adalah kepercayaan bahwa dengan menetapkan harga jual dan mencapai kedepakatan atas harga pembelian yang paling sesuai merupakan salah satu fungsi utama dari manajemen lini. Jika kantor pusat mengendalikan penentuan harga, maka kemampuan manajemen lini untuk memperbaiki profitabilitas akan semakin berkurang. Keterbatasannya adalah mengurangi otonomi unit-unit tersebut.
Harga yang digunakan pada metode negosiasi dapat berupa:
a.     Ada harga pasar yang diterbitkan.
b.     Harga pasar ditentukan oleh penawaran harga terendah mungkin akan memenangkan usaha tersebut.
c.     Pusat laba produksi yang menjual barang yang sama di pasar bebas meniru harga kompetitif yang             berada di luar.
d.     Pusat laba pembelian membeli produk serupa dari pasar luar/bebas.







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Harga transfer adalah nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi yang setidaknya salah satu dari dua pihak yang bertransaksi merupakan pusat laba.
Harga transfer dalam arti luas adalah harga barang dan jasa yang ditransfer antar pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi tanpa memandang bentuk pusat pertanggungjawaban.
Dalam arti sempit, harga transfer adalah harga barang atau jasa yang ditransfer antar pusat laba atau setidak-tidaknya salah satu dari pusat pertanggungjawaban merupakan pusat laba

Metode yang digunakan dalam menentukan harga transfer ada 3 yaitu:
1.    Harga Transfer Berdasarkan Harga Pasar (Market-Based Transfer Prices).
2.    Harga Transfer Berdasarkan Biaya (Cost-based Transfer Prices)
3.    Harga Transfer Negoisasi (Negotiated Transfer Prices)

B . Saran
Demikianlah Makalah yang dapat kami sajikan. Kami sadar makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, memiliki banyak kekeliruan dan kesalahan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat dijadikan bahan perbaikan dikemudian hari.








    DAFTAR PUSTAKA   
Robert N. Anthony, Management Control System. Sistem pengendalian manajemen (BUKU 1); Jakarta, Salemba Empat
file:///C:/Users/FAJAR/Downloads/SMP/My%20Guardian%20Angel%20%20Harga%20Transfer%20%28%20Bab%206%20%29.htm
Http://www.MyGuardianAngel.blogspot.com/HargaTransfer/bab6.html
file:///C:/Users/FAJAR/Downloads/SMP/Makalah%20SPM%20%28Harga%20Transfer%29.htm

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes