SELAMAT DATANG

Saturday, 27 June 2015

PENGANTAR PEMROSESAN TRANSAKSI

A.GAMBARAN UMUM PEMROSESAN TRANSAKSI
Transaksi keuangan di definisikan dalam makalah ini :
Kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan ekuitas perusahaan dalam akun-akunnya, dan di ukur dalam satuan mata uang. Transaksi keuangan yang paling umum adalah pertukaran ekonomi dengan pihak eksternal. Hal ini termasuk penjualan barang atau jasa, pembelian persediaan pembebasan kewajiban keuangan, dan penerimaan kas dari pelanggan. Transaksi keuangan juga terdiri dari peristiwa-peristiwa internal seperti depresiasi aktiva tetapi aplikasi tenaga kerja, bahan baku dan overhead  proses produksi, dan transaksi persediaan dari suatu departemen ke departeman lain. Transaksi keuangan adalah kegiatan bisnis umum yang terjadi secara rutin. Misalnya  ribuan transaksi dari satu jenis tertentu (penjualan ke pelanggan) bisa rejadi setiap hari, untuk menghadapi volume yang besar tersebut secara efisien, perusahaan mengelompokkan jenis-jenis transaksi yang sama ke dalam siklus.

a.    Siklus Akuntansi
      Terdapat 3 siklus akuntansi yang memproses sebagian besar aktivitas ekonomi  perusahaan,  yaitu  siklus pengeluaran, siklis konversi, dan siklus pendapatan. Siklus-siklus ini dalam semua jenis bisnis baik yang mencari laba maupun nirlaba. Misalnya Bisnis:
1.    Memunculkan pengeluaran sebagai ganti dari sumber daya (siklus pengeluaran)
2.    Menyediakan nilai tambah dari prodak atau jasanya (siklus konversi)
3.    Menerima pendapatan dari sumber luar (siklus pendapatan)

b.    Siklus pengeluaran
Aktivitas bisnis di mulai dengan pemerolehan bahan baku, property, dan tenaga kerja melalui pertukaran dengan kas-siklus pengeluaran (expendeture cycle). Sistem pembelian atau utang. Menegnai kebutuhan untuk membeli persediaan fisik (seperti bahan baku) dan melakukan pemesanan ke pemasok. Ketika barang di terima, system pembelian mencatat peristiwa tersebut dengan menambah persediaan dengan menabah akun utang untuk di bayar pada tanggal yang ditetapkan. Sistem pengeluaran kas ketika kewajiban di  buat oleh sistem pembelian jatuh tempo, sistem pengeluaran kas mengotorisasi pembayaran, mengeluarkan dana ke pemasok, dan mencatat transaksi dengan mengurangi kas dan akun utang. Sistem penggajian, sistem penggajian mengumpulkan data pemakaian tenaga kerja dari setiap karyawan, menghitung gaji, dan mengeluarakan cek pembayaran kepada karyawan.

c.    Siklus Konversi
Siklus konversi  terdiri dari dua subsistem utama: sistem produksi dan sistem akuntansi biaya. Sistem produksi melibatakan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik melalui proses produksi. Hal ini menetapakan kebutuhan bahan baku ke produksi, serta mengarahkan pergerakan barang dalam proses  melalui dari tahap berbagai proses-proses. Sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi.



d.    Siklus pendapatan
Perusahaan menjual barang jadi ke pelanggan melalui siklus pendapatan (revenue cycle), yang melibatkan pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, pengeluaran kas, penerimaan kas setelah penjualan kredit.
B. PENCATATN AKUNTANSI
a.    Sistem Manual
Bagian ini mendeskripsikan tujuan setiap jenis catatan akuntansi (accounting record) yang digunakan dalam siklus transaksi. Pembahasan akan dimulai dengan pencatatn tradisional yang digunakan dalam sistem manual (dokumen, jurnal dan buku besar) dan kemudian mengkaji perangkat magnetisnya dalam sistem berbasis komputer.

Jurnal (journal ) catatn ayat-ayat secara  kronologis. Pada titik tertentu dalam proses akuntansi, ketika semua fakta yang relavan tentang transaksi diketahui, peristiwa dicatat dalam jurnal secara kronologis. Dokumen adalah sumber utama dari data bagi jurnal. Jurnal khusus untuk mencatat  kelas transaksi khusus yang muncul dalam volume besar. Transaksi seperti  ini dapat dikelompokkan  dalam jurnal khusus atau diproses secara lebih efisien daripada yang dilakukan di jurnal umum.

Egister. Istilah egister mengacu pada jenis-jenis tertentu dari jurnal khusus. Misalnya jurnal penggajian sering disebut sebagai register penggajian.  Akan tetapi, kita juga menggunakan istilah register untuk menunjukkan catatan harian (log)

Jurnal umum. Perusahaan menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi yang sering terjadi atau yang tidak sama. Misalnya kita biasa mecatat dopresiasi periodik dan ayat penutup di jurnal umum

Buku Besar merangkum aktivitas dari setiap akun organisasi. Departemen besar umum memperbarui catatan-catatan tersebut dari  tanda bukti.

b.    Jejak Audit
Catatan akuntansi yang dijelaskan sbelumnya menyediakan jejak audit (audit trail) untuk menelusuri transaksi dari dokumen sumber ke laporan keuangan. Diantara berbagai tujuan dari jejak audit, yang paling penting bagi akuntan adalah audit akhir tahun.

Audit eksternal berkala mengevaluasi laporan keuangan dari organisasi bisnis atas nama pemegang sahamnya dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

c.    Sistem berbasis komputer
Meskipun dalam jejak audit dalam sistem berbasis komputer kurang bisa di amati daripada sistem manula tradisional, jejak audit tetap ada. Catatan akuntansi dalam sistem berbasis komputer disajikan dalam empat jenis file : file master, file transaksi, file referensi, dan file arsip.



C. TEKNIK DOKUMENTASI
Para akuntan menggunakan dokumentasi sistem secara rutin. Oleh sebab itu, kemampuan untuk mendokumentasikan sistem dalam bentuk grafik merupakan keahlian penting yang perlu dikuasai oleh para akuntan.  Ada enam teknik dokumentasi dasar yang diperkenalkan dalam bagian ini, yaitu: diagram arus data, diagram relasi entitas, bagan alir dokumen, bagan alir sistem, bagan alir program dan diagrama tata letak catatan.
Diagram arus data dan diagram relasi entitas . diagram arus data (data flow diagram –DFD) menggubakan simbol-simbol untuk menyajikan entitas, proses arus data, dan penyimpanan data yang berkaitan dengan suatu sistem.
Diagram relasi entitas adalah teknik dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan relasi antara entitas, entitas adalah sumber daya fisik (mobiul, kas, atau persediaan)
Bagan Alir adalah representasi grafis dari sistem yang mendeskripsikan relasi fisik diantara entitas-entitas intinya. Bagan alir dapat digunakan untuk menyajikan aktivitas manual, aktivitas pemrosesan komputer, atau keduanya. Fakta-fakta sistem dibuat secara sederhana .
1.    Staf administrasi di departemen penjualan menerima pesanan pelanggan melalui surat dan menyiapkan empat salinan pesanan penjualan.
2.    Salinan 1 dari pesanan penjualan di kirim ke departemen kredit untuk persetujuan. Ketiga salinan  yang lainnya dan pesanan pelanggan yang asli disimpan sambil menunggu persetujuan kredit.
3.    Staf administrasi departemen kredit memvalidasi pesanan pelanggan dengan mempertimbangkan catatan kredit yang tersimpan di departemen kredit. Staf tersbut menandatangani salinan 1 untuk menunjukkan pesetujuan dan mengembalikannya ke staf administrasi penjualan.
4.    Ketika staf administrasi penjualan menerima persetujuan kredit, ia menyimapan salinan satu dan pesanan pelanggan dalam file departeme. Staf tersebut kemudianmengirimkan salinan 2 ke gedung, sedangkan salinan 3 dan 4 ke departemen pengiriman.
5.    Staf gedung mengambil  produk tersebur dari rak, mencatat transfer dalam catatan stok
6.    Departemen pengiriman mengirim salinan 2 dan barang dari gudang melekatkan salinan 2 sebagai slip pengemasan dan mengirim bvarang tersebut kepada pelanggan.
Pemrosesan batch ( batch processing)memungkinkan efisiensi manajemen untuk volume transaksi dalam jumlah besar batch adalah sekelompok transaksi yang serupa  (misalnya pemesanan penjualan) yang di akumulasi sepanjang waktu dan kemudian diproses bersama-sama.
D. SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
Sistem akuntansi berbasis komputer dibagi menjadi dua kelompok besar: sistem batch dan sistem real-time.
Karakteristik pembeda metode pemrosesan Data Batch Real-Time
•    Kerangka informasi
•    Sumber dana
•    Efisiensi operasional
PERBEDAAN ANTARA SISTEM BATCHDAN REAL TIME
Jeda Waktu, sistem batch menyusun transaksi ke dalam kelompok-kelompok untuk pemrosesan. Pada akhir  periode, pembayaran gaji disiapkan bersama-sama sebagai sebuah batch. Sistem real-time (real-time system) memproses transaksi secara individual pada saat peristiwa ekonomi muncul  karena record tidak di kumpulkan dalam batch, tidak terdapat jeda waktu antara munculnya peristiwa ekonomi dan pencatatannya.
Sumber Daya, secara umum sistem batch memerlukan sedikit sumber daya (seperti biaya pemrograman, waktu komputer, dan pelatiha bagi pengguna) daripada sistem real time.
Efisiensi Operasional, sistem pemrosesan real-time yang menangani sejumlah besar transaksi setiap hari dapat menciptakan ketidak efisienan operasional. Satu transaksi dapat mempengaruhi berbagai akun.
Efisiensi Versus Efektivitas . dalam memilih cara pemrosesan data, desainer harus mempertimbangkan masalah efisiensi dan efektivitas.

Friday, 26 June 2015

Materi SPM ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN

MENGHITUNG VARIANS
Varians pendapatan
Variansi pendapatan dibuat untuk setiap lini produk, dan hasil dari lini produk kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif adalah menguntungkan, karena hl tersebut mengindikasikan bahwa laba actual melebihi laba yang dianggarkan, dan varians yang negative adalah tidak menguntungkan.
Varians harga penjualan
Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antara harga actual dan harga standar dengan volume actual.
Varians bauran dan volume
Seringkali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaan untuk gabungan dari varians bauran dan volume adalah :


Varians volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit daripada yang dianggarkan. Varians bauran diakibatan dari menjual proporsi produk yang berbeda dari yang diasumsikan daam anggaran.
Varians bauran
Varians bauran untuk masing-masing produk diperoleh dari persamaan berikut ini :


Varians volume
    Varians volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari gabungan antara varians bauran dan varians volume.




Analisis pendapatan lainnya
Varians pendapatan dapat dibagi-bagi lebih lanjut. Ke empat vaians sebelunya menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengklasifikasikannya per produk.
Penetrasi pasar dan volume industri
    Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam pangsa pasar dan jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume industry.
Persamaan berikut ini digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industry untuk varians bauran dan volume :


    Varians volume industry dapat dihitung untuk setiap produk sebagai berikut :


Varians Beban
Biaya tetap
    Varians antara biaya tetap actual dengan yang dianggarkan didapat dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak dipengaruhi baik oleh volume penjualan maupun volume produksi.
Biaya Variabel
    Biaya variable adalah biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume. Biaya produksi variabel yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume produksi actual.
    Beban produksi yang dianggarkan disesuaikan kejumlah yang seharusnya dikeluarkan pada tingkat produksi actual dengan cara mengalikan setiap elemen dari biaya standar untuk setiap produk dengan volume produksi untuk produk tersebut.
Rangkuman Varians
    Ada beberapa cara dengan mana varians dapat dirangum dalam suatu lporan bagi manajemen. Laporan ini terutama digunakan karena jumlahnya dapat ditelusuri dengan mudah ke tampilan-tampilan sebelumnya. Bentuk lain penyajian untuk varians-varians tersebut  tersebut adalah dengan menunjukkan jumlah actual beserta dengan variansnya.
VARIASI DALAM PRAKTIK
Periode Waktu dari Perbandingan
Beberapa perusahaan menggunakan kinerja untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu sebagai dasarperbandingan. Perbandingan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja actual untuk satu tahun penuh menunjukkan seberapa dekat manajer unit bisnis  memperkirakan akan memenuhi  target laba tahunan.
Fokus pada Margin Kotor
Dibanyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau factor-faktor lainnya diperkiraan akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari manajer pemasaran adalah untuk memperoleh margin kotor yan dianggarkan yaitu, penyebaran yang konstan antara biaya dan harga jual. Margin kotor adalah selisih antara harga jual actual dengan biaya produksi standar. Margin kotor per unit adalah selisih antara harga jual dengan biaya produksi.
Standar evaluasi
    Dalam system pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalam evaluasi laporan atas aktivitas actual dan terdiri atas tiga jenis :
1.    Standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya
2.    Standar historis
3.    Standar eksternal.
Keterbatasan standar
    Biaya standar mungkin bukan merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya dalam situasi tertentu. Situasi ini dapat muncul karena  salah satu atau kedua alasan yaitu :
1.    Standar tersebut tidak ditetapkan dengan selayaknya.
2.    Walaupun standar tersebut telah ditetapkankan secara layak dalam kondisi yang ada pada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar tersebut menjadi usang.
Sistem Biaya Penuh
     Jika perusahaan memiliki system biaya penuh, baik biaya overhead variable  maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya standar per unit. Tetapi jika perusahaan memiliki system biaya variable, biaya produksi tetap tidak dimasukkan dalam persediaan , sehiangga tidak ada varians volume produksi.
Jumlah Rincian
    Dengan teknologi informasi modern, hamper semua tingkat rincian dapat disediakan dengan cepat dan biaya yang wajar. Masalahnya adalah memutuskan berapa banyak yang diperlukan. Jawabannya sebagian bergantung pada informasi yang bergantung pada informasi yang diminta oleh  setiap manajer, beberapa berorientasi pada angka sementara yang lain tidak.
Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner
     Varians yang menguntungkan dalam biaya teknik biasanya merupakan indikasi dari kinerja yang baik yaitu, semakin rendah biayanya maka semakin baik kinerjanya. Hal ini bergantung pada kualifikasi bahwa kualitas dan pengantarantepat waktu dinilai memuaskan.
    Sebaliknya, kinerja dari pusat beban kebijakan biasanya dinilai memuaskan apabilabeban actual hamper setara dengan jumlah yang dianggarkan, tidak lebih tinggi maupun lebih rendah. Hal ini disebabkan karena varians yan menguntungkan dapat mengindikasikan bahwa pusat tanggungjawab tersebut tidak melaksanakan dengan mencukupi fungsi-fungsi yang disetujui akan dilaksanakan olehnya.
KETERBATASAN ANALISI VARIANS
1.    Analisis varians tidak mengidentifikasikan dimana varians terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya.
2.    Untuk menentukan suatu varians adalah signifikan. Teknik statistic dapat digunakan untuk menetukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara kinerja actual dan standar untuk beberapa proses tertentu tetapi teknik tersebut hanya dapat diterapkan jika proses itu diulang dalam interval yang sering.
3.    Ketika laporan knerja lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat menyesatkan pembacanya. Akhirnya, laporan itu hanya menunjukkan apa yang telah terjadi. Laporan tersebut tidak menunjukkan dampak masadepan dari tindakan –tindakan yang telah diambil oleh manajer.



Tindakan Manajemen
    Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan formal yaitu laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tak terduga. Informasi yang signifikan harus dikomunikasikan secepatnya. Laporan formal mengonfirmasikan kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari sumber-sumber tersebut. Berdasarkan informasi ini , ia dapat bertindak sebelum menerima laporan formal.
    Laporan formal tersebut adalah tetap penting. Salah satu manfaat utama dari laporan formal yaitu bahwa laporan tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada manajer ditingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atas inisiatif mereka sendiri.
    Biasanya, ada diskusi antara manajer unit bisnis dengan atasannya, dimana manajer unit bisnis menjelaskan alasan-alasan dari varians yang signifikan, tindakan yang diambil untuk memperbaiki situasi yang tidak menguntungkan dan perkiraan waktu dari setiap tindakan perbaikan.

SIM SISTEM PERILAKU DALAM ORGANISASI

KESELARASAN TUJUAN
Tujuan utama dari system pengendalian manajemen adalah memastikan (sejauh mungkin) tingkat “keselarasan tujuan (goal congruence)” yang tinggi. Dalam proses yang sejajar dengan tujuan, manusia diarahkan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan kepentingan pribadi mereka sendiri, yang sekaligus juga merupakan kepentingan perusahaan.
System pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan mendorong individu untuk berindak melawan kepentingan organisasi. Misalnya, bila system menekankan pada pengurangan biaya dan manajemen merespons dengan cara mengurangi biaya melalui pengorbanan kualitas yang memadai atau mengurangi biaya dalam unitnya sendiri dengan cara mengalokasikan jumlah yang lebih besar ke unit lain, maka manajer telah termotivasi, tetapi kearahb yang keliru.
FAKTOR-FAKTOR INFORMASI YANG MEMPENGARUHI KESELARASAN TUJUAN
a)    Faktor-faktor Eksternal
Factor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di dalam masyarakat, di mana organisasi menjadi bagian. Norma-norma ini mencakup sikap, yang secara kolektif sering juga disebut sebagai etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan, semagat, dan juga kebanggan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas (dan bukanya sekedar menjalankan tugas secara tepat waktu).
b)    Faktor-faktor Internal
    Budaya
Factor internal yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri, yang meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan yang secara eksplisit di manifestasikan diseluruh jajaran organisasi.
    Gaya Manajemen
Factor internal yang barangkali memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajem adalah gaya manajemen. Bisasnya , sikap-sikap  bawahan mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap atasan mereka dan sikap para atasan itu akhirnya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO.
    Organisasi Informal
    Persepsi dan Komunikasi
Dalam upaya merai tujua-tujuan organisasi, para manajer operasi harus mengetahui tujuan dan tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya. Mereka menyerap informasi ini dari berbagai jalur, baik jalur formal (seperti anggaran dan dokumen-dokumen resmi lainnya) ataupun jalur informal (seperti dari bahan obrolan yang tak resmi). Sebuah organisasi adalah sebuah kompleks dan tindakan-tindakan yang diambil oleh berbagai bagian dari organisasi untuk mencapai tujuan bersama tersebut tidak bisa dinyatakan  secara jelas, bahkan dalam situasi yang terbaik sekalipun.
SISTEM PENGENDALIAN FORMAL
a)    Aturan-aturan
Kita menggunakan istilah “aturan-aturan” sebagai seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instruksi dan pengendalian, termasuk di dalamnya adalah instruksi-instruksi jabatan, pembagain kerja, prosedur standar operasi, panduan-panduan dan tuntuna-tuntunan etis. Beberapa jenis aturan antara lain :
1.    Pengendalian fisik
2.    Manual
3.    Pengaman Sistem
4.    Sistem Pengendalian tugas

b)    Proses Kendali Secara Formal
JENIS-JENIS ORGANISASI
Strategi suatu perusahaan memiliki pengaruh yang besar terhadap strukturnya. Pada gilirannya, jenis struktur akn mempengaruhi rancangan system pengendalian manajemen oraganisasi. Meskipun kualitas dan ukuran organisasi bisa dikelompokkan kedalam tiga kategori umum:
1.    Struktur fungsional, di dalamnya setiap manajer bertanggung jawab atas fungsi-fungsi yang terspesialisasi seperti produksi atau pemasaran.
2.    Sruktur unit  bisnis, didalamnya para unit manajer bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit, dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian yang semi-independen dari perusahaan.
3.    Struktur matriks, didalamnya unit-unit fungsional memliki tanggung jawab ganda.
a)    Organisasi-organisasi Fungsional
Ada sejumlah kelemahan pada struktur fungsional:
1.    Dalam sebuah organisasi fungsional terdapat ketidakjelasan dalam menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah (seperti manajer produksi dan manajer pemasaran) Karena tiap-tiap fungsi tersebut sama-sama memberikan konstribusi pada hasil akhir.
2.    Jika organisasi terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam fungsi yang melapor ke beberapa manajer pada tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut, maka perselisihan antarapara manajer dari fungsi-fungsi berbeda hanya dapat diselesaikan di tingkat atas, meskipun perselisihan itu berasal dari tingkatan organisasi yang lebih rendah.
3.    Struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam.
b)    Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancang untuk menyelesaikan masalah-masalah  yang terdapat pada struktur fungsional. Keuntungan dari bentuk perusahaaan unit bisnis adalah sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum ,sehingga seorang menejer dituntut untuk bisa menunjukkan semagat kewirausahaan. Sedangkan kerugian dari unit bisnis adalah adanya kemungkinan bahwa masing-masing staf unit bisnis menduplikasi sejumlah pekerjaan dalam organisasi fungsional, dikerjakan oleh pusat.
c)    Implikasi terhadap Rancangan Sistem
Jika kemudahan dalam pengendalian merupakan satu-satunya kriteria, maka semua perusahaan akan diorganisasikan kedalam unit-unit bisnis. Hal ini disebabkan karena dalam organisasi unit bisnis, setiap manejer unit bisnis harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan setiap produk yang dihasilkan sehinggan menghasilkan laba.
FUNGSI KONTROLER
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan system pengendalian menejemen disebut sebagai seorang kontroler. Kontroler biasanya menjalankan fungsi sebagai berikut:
1.    Merancang dan mengoperasikan informasi serta system pengendalin.
2.     Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan (termasuk pengembalain pajak) kepada para pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.
3.    Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan lap[oran-laporan ini untuk para manajer, menganalisi program dan proposal-proposal anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya kedalam anggaran tahunan secara keseluruhan.
4.    Melakukan supervise audit internal dan mencatat prosedur-prosedur pengendalian untuk manjamin validitas informasi, menetapakan pengamanan yang memadai terhadap pencurian dan kecurangan serta menjalankan audit operasional.
5.    Mengembangkan personel dalam organisasi pengendalian dan berpartisipaso dalam pendidikan personal manajemen dalam kaitannya dengan fungsi pengendali.

a)    Relasi ke Jajaran Organisasi
Fungsi pengendalian adalah fungsi staf. Meskipun  seorang kontroler biasanya bertanggung jawab untuk merancang maupun mengoperasikan system yang mengumpulkan dan melaporkan informasi, pemanfaatan informasi ini adalah tanggung jawab jajaran  manajemen. Para kontroler juga memainkan peranan penting dalam mempersiapkan perencanaan strategis dan anggaran.
b)    Kontroler Unit Bisnis

Sekilas sistem informasi akuntansi

Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berfungsi menerima input (masukan), mengolah input, dan menghsilkan output (keluaran)
Informasi adalah data yang sudah diolah sehingga berguan untuk pembuatan keputusan. Data adalah representasi suatu objek.
Akuntansi adalah proses mencatat dan mengolah data transaksi dan menyajikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Selain itu akuntansi juga menginterpresentasikan (atau “membaca”) informasi kuntansi yang diterima.
Sistem Informasi Akuntansi  adalah sekumpulan perangkat sistem yang berfungsi untuk mencatat data transaksi, mengolah data, dan menyajikan informasi akuntansi kepada pihak internal (manajemen perusahaan) dan pihak eksternal (pembeli, pemasok, pemerintah, kreditur, dan sebagainya).
Pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan diantaranya adalah:
a.    Manajemen perusahaan, yaitu orang yang mengelola perusahaan.
b.    Pembeli (Customer) dan calon pembeli, yaitu pihak-pihak yang telah dan akan menggunakan produk atau jasa yang disediakan perusahan.
c.    Pemasok (supplier) yaitu pihak yang akan menjual barang dan jasanya kepada perusahaan
d.    Bank dan kreditur lainnya, bila perusahaan memiliki utang jagka panjang.
e.    Pemerintah (misalnya kantor pajak dan kantor tenaga kerja)
f.    Pemilik dan dan pemegang saham perusahaan (Shareholders), yaitu pihak yang ingin mengetahui seberapa besar laba yang diperoleh perusahaan dan seberapa besar yang menjadi bagian mereka.

Kegiatan pengolahan data meliputi sebagian atau semua langkah berikut ini.
a.    Menghitung secara aritmetika
b.    Menghitung secar statistika.
c.    Mengurutkan, mengelompokkan, memilah-milah, dan mengabaikan data yang tidak diperlukan.

Berbagai peran dan tugas-tugas pokok yang cukup sering dijumpai di dalam perusahan diantaranya adalah sebagai berikut.
a.    Analisi sistem (System analisist) adalah orang yang bertugas mengevaluasi kinerja sistem informasi.
b.    Perancang sistem (system designer) adalah orang yang bertugas untuk merancang sistem informasi.
c.    Administrator basis data (database administrator) adalah orang bertanggung jawab memelihara basis data di dalam perusahaan agar tetap berfungsi dengan baik.
d.    Penulis program (programmer) adalah staf yang bertugas untuk menerjemahkan rancangan seorang perancang sistem ke dalam bahasa program komputer.
e.    Perancang web (web designer) yaitu orang yang bertugas untuk membuat situs atau web atau homepage perusahaan yang akan ditampilkan di internet.
f.    Administrator jaringan ( network administrator) adalah orang yang bertugas mengendalikan jaringan komputer agar berfungsi dengan  baik.
g.    Administrator web (web Administrator) yaitu orang yang bertugas untuk memantau, mengupdate, dan mengendalikan jaringan internet yang digunakan perusahan.
h.    Pustakawan (librarian) adalah orang yang bertugas menyimpan dan mengadministrasi program dan data perusahan, serta memberi akses kepada yang berhak menggunakan program dan data tersebut pada waktu yang diijinkan.
i.    Teknisi ( technician) yaitu orang yang bertugas merwat dan mereparasi perangkat komputer dan jaringan bila ada gangguan
j.    Pemakai akhir (end-user) adalah orang yang menggunakan program aolikasi atau sistem informasi.
Dalam banyak hal, sistem informasi akuntansi yang sudah dikomputerisasi akan memberikan pengaruh sebagai berikut.
a.    Pekerjaan administrasi dan klerikal dapat dikerjakan lebih cepat dan lebih akurat.
b.    Pembagian tugas dan tanggungjawab tidak dapat lagi dilakukan secara fisik.
c.    Struktur organisasi dalam perusahaan yang menerapkan sistem informasi manual lebih bersifat hirarkis atau birokratis
d.    Dalam perusahaan manual, data disimpan dalam dokumen dan berkas fisik, sehingga perlu disimpan oleh masing-masing bagian yang menanganinya, selain itu diperlukan tempat penyimpanan fisik seperti lemari dan laci.
e.    Pelaporan sistem manual lebih lambat, tidak bervariasi, dan kurang akurasinya.

Sistem informasi akuntansi termasuk ke dalam suatu sistem informasi yang berfungsi untuk mencatat dan mengolah data serta menyajikan informas baku bagi para pemakainya. Dengan demikian sistem informasi akuntansi termasuk kedalam sistem pengolahan transaksi (Transaction Processing Systems).

1.    Sistem Pengolahan Transaksi (Transaction Processing Systems atau TPS) merupakan sistem informasi yang utamanya adalah mencatat berbagai transaksi yang terjadi di dalam perusahaan atau organisasi.
2.    Sistem Informasi Manajemen (Management Information System atau MIS) merupakan sistem informasi yang banyak menghasilkan berbagai informasi atau laporan untuk keperluan pengambilan keputusan oleh manajer, terutam manajer madya dan manajer punca.
3.    Sistem Pemandu Keputusan (Decision Support System atau DSS) adalah sistem informasi yang bertujuan untuk membantu manajemen puncak dalam mengambil keputusan yang tidak terstruktur.
4.    Sistem pakar (Expert Systems disingkat AI/ES) seringkali disamakan dengan keapndaian buatan (Artificial Intelligence disngkat AI). Ada juga penulis berpendapat kedua sistem informasi ini sama. AI adalah kepandaian buatan, yang belum tentu manusia memiliki kepandaian itu. Sedangkan Expert Systems (sistem Pakar) adalah sistem yang menampung berbagai keahlia yang dimiliki pakar oleh para pakar.

Program komputer adalah serangkaian perintah yang saling berkaitan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.  Perangkat lunak komputer dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu :
1.    Sistem Operasi
Fungsi sistem operasi adalah mengendalikan penggunaan komputer, sejak komputer dihidupkan hinga komputer dimatikan. Setiap komputer harus memiliki sistem operasi, karena tanpa sistem operasi, komputer tidak dapat dinyalakan, sehinga juga tidak dapat dioakai. Masing-masing kelompok komputer ( yaitu main frame, dekstop/notebook, dan palmtop) memiliki jenis sistem informasi tersendiri.
2.    Bahasa pemrograman
Kegunaan bahasa pemrograman adalah untuk membuat program aplikasi, yaitu program yang digunakan untuk menyelesaiakan pekerjaan jenis tertentu. Bahasa komputer atau pemrograman digolongkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu : (a) bahasa prosedural, (b) bahasa object oriented (berorientasi objek), dan (c) bahasa visual.
3.    Program aplikasi
Program aplikasi adalah program komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tertentu. Program aplikasi dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu :
a.    Program pengolah kata (wordprocessing), digunakan untuk menulis artikel seperti surat, laporan, proposal, hingga pedoman prosedur atau sistem.
b.    Program pengolah angka (spreadsheet), seperti  MS Excel dan lotus 123, yang digunakan untuk mengolah data berkolom, misalnya  anggaran, perhitungan biaya produksi dan analisis laporan penjualan.
c.    Program basis data (database management systems), yang merupakan program untuk merancang tabel, tampilan layar dan laporan. Dengan program basis data, perusahaan dapat membuat aplikasi untuk mencatat berbagai transaksi.
d.    Program akuntansi, digunakan untuk mencatat dan mengolah data transaksi, sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam profesi akuntansi (ada dokumen, jurnal, buku besar, dan laporan-laporan baku.
e.    Program internet (browser), digunakan untuk membuka alamat situs atau website di internet. Program ini sangat bermanfaat untuk mencari informasi di internet.
Sistem jaringan. Jaringan komputer dapat disusun berdasarkan berbagai cara, yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Struktur atau bentuk jaringan komputer saat ini banyak dipakai adalah sebagai berikut : (a) peer-to-peer atau jaringan sederhana, (b) star aatau jaringa berbentuk bintang, (c) ring atau jaringan berbentuk cincin, (d) bus atau jaringan berbentuk garis lurus seperti jaringan listrik PLN, dan (e) bybrid atau jaringan yang merupakan gabungan dari bentuk-bentuk yang lain.
Dokumen merupakan media untuk mencatat data transaksi dan menyajikan informasi setelah data diolah. Dokumen dapat berbentuk hardcopy maupun softcopy. Dokumen Yang masih kosong disebut  formulir (atau borang)
Prosedur adalah serangkaian kegiatan yang sudah dibakukan untuk menangani suatu peristiwa atau transaksi. Hubungan sistem informasi dan prosedur dapat diuraikan sebagai berikut. Sistem informasi (misalnya SIA) merupakan kumpulan dari subsistem (misalnya subsistem pembelian). Sistem pembelian memiliki prosedur pokok, mulai dari prosedur permitaan barang, prosedur  pemesanan barang ke pemasok, prosedur penerimaan barang, prosedur penerimaan tagihan dan prosedur pembayaran.
Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Komponen system informasi akuntansi antara lain sbb,
a.    Basis data , baik basis data internal dan basis data eksternal.
b.    Perangkat keras komputer dan berbagai perangkat pendukungnya.
c.    Perankat lunak komputer, yang berfungsi untuk menjalankan komputer beserta perangkat pendukungnya.
d.    Jaringan komunikasi, baik dalam kabel, gelombang radio, maupun sarana lain, yang berfungsi untuk menghantarkan data dari suatu tempat ketempat lain.
e.    Dokumen dan laporan, yaitu media untuk mencatat data atau menyajikan laporan.
f.    Prosedur atau kumpulan langkah-langkah baku untuk menagani suatu peristiwa yang setiap hari terjadi di dalam perusahaan.
g.    Pengendalian, yang berfungsi untuk menjamin agar setiap komponen system dapat berfungsi dengan baik.
Sebagai system yang besar, SIA juga memiliki beberapa subsistem yang masing-masing memiliki fungsi khusus. Subsistem ini dapat berdiri sendiri, tetapi data dan hasil hitungannya harus dapat digabung dengan subsistem lain. Contoh subsistem yang ada dalam suatu SIA adalah:
•    Sistem informasi persediaan,
•    Sistem informasi produksi
•    Sistem informasi penjualan dan piutang,
•    Sistem informasi pembelian dan utang, dan
•    Sistem informasi buku besar
Basis data adalah tempat untuk menyimpan berbagai data yang diperlukan oleh organisasi, perusahaan, instansi pemerintah, atau bahkan perorangan. Basis data berisi data-data yang mewakili suatu objek, dengan bentuk data yang bervariasi tergantung pada informasi data yang ingin dihasilkan. Contoh bentuk data antara lain angka, huruf, gambar, tanda, gerakan, warna, suhu, dan berbagai kondisi lingkungan lainnya dicatat dalam komputer untuk dijadikan informasi dengan bentuk yang bervariasi.
I.    Model Basis Data Data yang dimiliki suatu perusahaan atau organisasi sangat bervarias, misalnya data karyawan, data barang, dan data pelanggan. Data tersebut dicatat dalam tempat yang berbeda yang disebut file. File biasanya berbentuk tabel. Tabel ini diorganisasi dengan berbagai cara atau model. Model yang banyak dipakai dalam kalangan bisnis sekarang adalah flat model dan network model.
Model Flat
Model flat adalah basis data yang memiliki satu tabel saja.tabel tersebut terdiri atas beberapa kolom dan banyak baris. Kolom digunakan untuk menyimpan data yang karakteristiknya sama, misalnya data nama, data nomor telepon, data tanggal, dan sebagainya. Sedangkan baris adalah tempat menyimpan satu entitas atau satu objek, misalnya data satu orang pegawai, satu jenis barang, atau satu faktur penjualan.
ModelNetwork (Jaringan)
Model jaringan adalah basis data yang merorganisasi data berdasarkan dua komponen, yaitu yang disebut dengan records dan sets. Record terdiri atas beberapa kolom, seperti pada model flat. Set adalah definisi hubungan one-to-many antara beberapa record: satu pimpinan dengan beberapa anggota. Satu record dapat menjadi pemimpin untuk beberapa members. Satu member dapat terdiri atas beberapa set.
Model Relational (Relasi)
Model relasi terdiri atas beberapa tabel (masing-masing tabel karakteristiknya mirip dengan tabel pada model flat). Masing masing tabel memiliki satu kolom kunci yang disebut dengan primary key, misalnya pada tabel kendaraan bermotor terdapat kolom nomor polisi yang tidak memiliki kesamaan. Pada tabel yang lain juga terdapat kolom kunci, misalnya kode lokasi (DD Untuk Sulawesi selatan, B untuk Jakarta, dsb). Kedua kolom kunci ini dapat sling dihubungkan untukm menghasilkan informasi baru yang lebih bermanfaat  bagi pembaca.
II.    Sejarah Basis Data
Istilah database pertama kali diperkenalkan pada bulan juni 1963, yaitu ketika Sysem Development Corporation mendanai symposium yangb dinamai Development and Management of a Computer-Centered Data Base. Istilah ini justru diterima terlebih dahulu di Eropa yang pada tahun 1970-an sdah banyak disebut-sebut istilah database. Di Amerika sendiri baru awal tahun 1980-an istilah database mulai dimuat dikoran-koran. Meskipun demikian, pada tahun 1966 koran The Washington Post sudah memakai istilah databank.
Sistem manajemen basis data atau DBMS (database management systems) pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an oleh Charles Bachman. Makalah yang ditulisnya menjelaskan cara yang efisien untuk mencatat dan menyimpan data. Pada waktu itu, alat penyimpan data di komputer yang ada adalah kartu plong,yaitu sejenis kertas yang dilubangi kecil-kecil agar dapat dibaca oleh komputer , dan pita magnetic seperti pada kaset audio tetapi berukuran fisik seperti rol film bioskop. Model penyimpanan data saat itu ada dua, yaitu CODASYL (dikembangkan dari ide Charles Bachman) dan model hirarkis (yang digunakan oleh dua perusahaan besar yaitu North American Rockwell dan IBM (yang oleh IBM kemudian disebut dengan IMS).
Pada tahun 1970-an muncul metode baru yang disebut model relasi . model ini disarnkan oleh E. F. Codd, yang mengkritik metode yang memang baik untuk disimpan di perangkat komputer , tetapi sangat sulit dimengerti oleh orang awam. Namun ide E. F. Codd ini hanya diterima oleh kalangan perguruan tinggi saja. Hal ini sangat dipengaruhi oleh teknologi penyimpanan data saat itu, karena belum ada yang model direct access (seperti harddisk dan CD), melainkan hanya ada sequential access (misalnya magnetic tape atau kaset).
Model relasi mulai diuji coba oleh dua perusahaan, yaitu Ingres Berkeley, California dan proyek System R oleh IBM. Riset dan pengembangannya dimulai pada tahun 1976, namun versi komersialnya baru diumumkan pada tahun 1980. Pada 1980-an komputer PC mulai banyak digunakan orang dan aplikasi basisdata yang laku keras dan menjadi standar industri saat itu adalah dBASE, dibuat oleh perusahaan Ashton Tate dan dijalankan untuk Komputer berbasis PC-DOS/MS-DOS (komputer IBM compatible dengan sistem operasi buatan IBM/Microsoft) dan CP/M (Komputer Apple dengan System Macintosh).
Pada tahun 1980-an , para peneliti mengemukakan ide mengenai sistem basis data terdistribusi (distributed database systems). Namun ide ini tidak membawa dampak yang berarti terhadap basis data relasional yang saat itu sudah sangat popular. Teori lain yang patut dicatat adalah Model Data Fundamental (the Functional Data Model). Namun teori ini juga mendapat perhatian yang sangat kecil dari pasar.
Pada tahun 1990-an perhatian mulai diarahkan kepada basis data berorientasi objek (object-oriented databases). Model ini mendapatkan sambutan yang cukup baik, karena mampu menangani proses yang kompleks bila dibanding dengan basis data relasional. Basis data berorientasi  objek dapat digunakan untu mengolah data tiga dimensi, dan engineering, dan data multimedia.
Pada tahun 2000-an, model basis data bergeser ke XML. Basis data ini mengungguli modelsebelumnya yang memisahkan antaa basis data, dokumen, dan aplikasinya. Selain itu pada basis data model-model sebelumnya, data harus sangat terstruktur. Sedangkan pada XML, data, dokumen, dan aplikasi dapat digabungkan dalam satu paket dan dapat dijalankan pada berbagai platform atau sistem operasi yang berbeda-beda.

 Sistem Pengendalian Intern
    Ancaman dan ganggun terhadap system informaasi adalah berbagai hal yang dapat menyebabkan system tidak berfungsi dengan baik. Ancaman dan gangguan dapat berasal dari dalam maupun luar perusahaan  dan ancaman dan gangguan itu sendiri dapat berasal dari suatu kesengajaan atau tidak, karena akibatnya bagi system sama saja.
    Ancaman terhadap system dapat datang dari berbagai sebab , baik dari factor alat , factor manusia, maupun factor alam. Apabila ancaman dan gangguan terhadap system tidak di kurangi atau di hilangkan maka system itu tidak akan berfungsi sebagai mana mestinya dan tidak dapat dipakai lagi. Oleh karena itu manajemen harus dapat mengidentifikasi berbagai ancaman tersebut sehingga dapat menghindarkan system  informasi dari hal yang merugikan.
Alat Pembayaran
Dalam transaksi jual beli, di perlukan alat pembayaran , alat pembayaran konvensional adalh uang namun alat pembayaran ini kurang praktis jika dalam jumlah yang banyak.
Ada beberapa hal yang menjadikan uang itu menjadi tidak praktis yaitu :
•    Uang tidak mudah di buktikan kepemilikannya sehingga siapapun yang memegang uang dianggap sebagai pemiliknya.
•    Uang harus dihitung secara fisik
•    Jika membayar dalam jumlah banyak maka mudah menyelipkan uang palsu
•    Uang memerlukan tempat penyimpanan yang sangat aman.
Perusahaan harus menghindari risiko yang di hadapi dalam menyimpan dan menggunakan kas . langkah tersebut adalah :
•    Hindarkan penggunaan kas dalam transaksi . transaksi harus dilakukan untuk jumlah yang tidak material , sperti alat pembayaran non kas , yaitu . kartu kredit , debit dan sebagainya.
•    Gunakan alat penerimaan pembayaran  elektronik yang disebut EDC ( Electronic Data Capture)
•    Gunakan fasilitas pembayaran melalui sms banking , yaitu alat pembayaran atau transaksi dengan memanfaatkan HP.



   

Thursday, 25 June 2015

TEKNOLOGI KOMPUTER, TEKNOLOGI INFORMASI DAN PROGRAM KOMPUTER

Perangkat Komputer
    Bentuk komputer sekarang sangat bervariasi, sudah tidak seperti dulu pada masa lahirnya. Pada masa dulu, komputer bentuknya selalu kotak, dilengkapi dengan monitor yang ukurannya lebih besar dari kotak komputernya, dilengkapi dengan keyboard. Sekarang bentuk komputer sudah sangat beraneka ragam, mengikuti selera pemakainya, selain fungsi utamanya untuk pengolahan data. Berdasarkan bentuknya, komputer dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis berikut ini:
-    Supercomputer dan mainframe    -     Tablet
-    Komputer mini    -    PDA atau palmtop
-    Desktop atau PC        -    Komputer Kartu
-    Notebook dan subnotebook         -    Komputer Jam
Komponen Perangkat Komputer
    Fungsi komputer adalah menerima masukan, mengolah masukan, dan menghasilkan keluaran. Dalam beberapa hal, data dan informasi juga perlu disimpan, sehingga komputer harus dapat menyimpan data dan informasi.

Perangkat Masukan
Perangkat masukan adalah perangkat yang digunakan memasukkan data dari luar sistem komputer ke dalam sistem komputer.
Perangkat komputer dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu:
a.    Perangkat input  tidak langsung.
b.    Perangkat input  langsung.
Contoh alat yang termasuk ke dalam perangkat input langsung adalah:
    Keyboard,
    Mouse,
    Mike,
    Smart card reader,
    Magnetic card reader,
    Scanner,
    Dll.
Perangkat Prosesor
    Perangkat pengolah atau prosesor adalah bagian komputer yang berfungsi untuk mengendalikan kinerja komputer dan melakukan berbagai pekerjaan pokok komputer, yaitu mengolah data.
I.    Prosesor  RISC
Prosesor RISC (reduced instruction set chip) adalah prosesor yang dirancang untuk komputer mainframe atau komputer mini. Komputer ini terdiri atas satu komputer server (pusat) dan dihubungkan dengan beberapa terminal. Masing-masing terminal dapat menjalankan program yang berbeda-beda dengan prosesor yang ada di komputer server.
II.    Prosesor CISC
Prosesor CISC (complex instruction set chip) adalah prosesor yang dirancang untuk komputer PC.
III.    Prosesor Palmtop (StrongArm)
Prosesor palmtop, merupakan prosesor yang digunakan pada komputer palmtop.
IV.    Cara Kerja Prosesor
Dalam bekerja, prosesor melakukan beberapa instruksi dalam bahasa mesin. Secara garis besar, sebuah prosesor dapat mengerjakan tiga pekerjaan utama, yaitu:
    Dengan menggunakan ALU, prosesor mengerjakan pekerjaan matematis, yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
    Prosesor dapat memindahkan data dari satu lokasi memori yang lain.
    Prosesor dapat membuat keputusan untuk melompat langsung ke perintah yang lain berdasarkan keputusan tersebut.
Perangkat Keluaran
    Perangkat keluaran adalah bagian komputer yang bertugas untuk menampilkan hasil pengolahan.
Jenis-jenis perangkat berdasarkan fungsinya:
    Monitor, untuk menampilkan keluaran dalam waktu relatif singkat.
    Printer, untuk mencetak keluaran sehingga dapat dibaca dalam waktu lama.
    Speaker, untuk mengeluarkan bunyi atau suara.
    Proyektor, untuk menampilkan keluaran dalam ukuran lebar dan temporer.
I.    Monitor
Monitor adalah perangkat keluaran yang digunakan untuk menampilkan hasil olahan yang bersifat sementara.
Monitor dapat digolongkan menjadi dua kelompok berdasarkan cara kerjanya, yaitu monitor CRT dan LCD.
-    Monitor CRT
Monitot CRT (cathode ray tube, atau tabung sinar katoda), adalah monitor yang dalam menampilkan keluarannya menggunakan teknologi pancaran sinar katoda.


-    Monitor LCD
Monitor LCD (liquid crystal display) tidak memerlukan pancaran sinar, tetapi sudah menggunakan arus listrik yang bekerja digital.
II.    Printer
Printer adalah perangkat yang digunakan untuk mencetak keluaran, biasanya di kertas, dan sekarang ini bisa juga di media lain, seperti plastik, dan kain atau kaos.
Berdasarkan cara kerjanya, printer digolongkan ke dalam tiga kelompok, yaitu:
    Printer bertekanan
Printer bertekanan (impact printer) adalah printer yang menggunakan hentakan atau tekanan untuk menghasilkan keluaran.
    Printer tinta
Printer tinta (inkjet printer) adalah printer yang menggunakan semprotan tinta untuk menampilkan hasil cetakan.
    Printer laser
Printer laser adalah printer yang menggunakan teknologi laser dalam mencetak keluarannya.
III.    Speaker
Perangkat yang dapat menghasilkan bunyi atau suara adalah speaker.
IV.    Proyektor
Proyektor adalah alat yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar.
Perangkat Simpan
    Perangkat simpan adalah merupakan bagian komputer yang bertugas menyimpan data, sehingga dapat digunakan lagi pada lain waktu.
Jenis-jenis perangkat simpanan berdasarkan cara kerjanya ada tiga kelompok, yaitu:
I.    Perangkat Simpan SASD
SASD adalah singkatan dari sequential access storage davice, atau perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu.
II.    Perangkat simpan DASD
DASD adalah singkatan dari direct access storage device, atau perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung di tempat yang diperlukan.
III.    Perangkat simpan flash
Perangkat simpan flash adalah perangkat simpan berbentuk kepingan memori dan tidak memerlukan gerakan fisik.
Perangkat Periferal
    Perangkat bantu adalah perangkat yang dapat ditambahkan ke dalam sistem komputer, sehingga menyebabkan kemampuan komputer semakin bertambah. Contoh perangkat bantu adalah: faks, modem, kartu jaringan, kartu televisi, dan kartu radio.
Sistem Operasi
    Sistem operasi adalah program komputer yang paling penting, karena merupakan program yang digunakan untuk menghidupkan komputer, menggunakan dan menjalankan komputer, hingga mematikan komputer. Dengan demikian, semua program yang akan dipasang dan digunakan pada komputer yang sudah diisi dengn suatu sistem operasi, haruslah program yang juga dapat dijalankan pada sistem operasi tersebut.
Bahasa Komputer
    Bahasa komputer merupakan serangkaian perintah yang dapat diatur dan dirangkai sedemikian rupa, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi pemakainya nanti.
Dilihat dari fungsi perintah-perintahnya, bahasa komputer memiliki sekumpulan perintah yang memiliki fungsi tertentu. Fungsi-fungsi dalam bahasa komputer biasanya meliputi:
    Deklarasi atau pernyataan. Bagian ini biasanya diletakkan di bagian awal suatu program dan berfungsi sebagai suatu persiapan.
    Input/output. Bagian ini digunakan untuk membaca data yang akan diproses untuk menampilkan informasi hasil olahan.
    Pengujian. Bagian ini digunakan untuk menguji kondisi tertentu.
    Perulangan. Salah satu manfaat program komputer adalah untuk mengerjakan program komputer yang berulang-ulang.
    Pencetakan. Meskipun fungsi pencetakan dapat disatukan dengan fungsi output/input, tetapi pencetakan disini memiliki arti yang lebih luas, yaitu tidak hanya menampilkan informasi ke printer, tetapi juga ke berbagai perangkat lain yang dapat menerima hasil cetakan. Cetakan tidak harus dilakukan di printer, tetapi juga dapat ke miesin faks, atau ke jalur internet.
Program Aplikasi Umum
a.    Program pengolah data (word processor), contoh program ini adalah MS Word, WordPro.
b.    Program pengolah angka (spreadsheet), contoh program ini adalah MS Excel.
c.    Program presentasi (presentation), contoh program ini adalah MS Powerpoint.
d.    Program surat elektronik (e-mail), contoh program ini adalah MS Outlook Express. Sekarang juga sudah banyak program e-mail yang dijalankan langsung dari browser.
e.    Program penjelajah (browser), contoh program ini adalah Firefox, MS Internet Explorer, Opera.
Program Akuntansi
    Program yang diperlukan oleh tiap perusahaan untuk mengolah data dan mencatat data akuntansi dalah program akuntansi. Program akuntansi memiliki kemampuan untuk mencatat berbagai data penting (misalnya persediaan barang dagangan dan data pelanggan), mencatat berbagai data transaksi (penjualan dan pembelian, penerimaan dan pengeluaran kas), pencatatan jurnal, sampai kepada penyajian berbagai laporan.
    Program akuntansi memiliki berbagai kemampuan dasar untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dan masih dapat ditambah lagi untuk keperluan analisis manajemen. Beberapa kemampuan tersebut adalah:
a.    Billing (penagihan) baik atas penjualan barang, aktiva maupun jasa yang dilakukan oleh perusahaan.
b.    Bookkeepping (pencatatan atau pembukuan), yaitu mencatat berbagai tramsaksi keuangan yang terjadi di dalam perusahaan.
c.    Budgetting (penganggaran), yaitu kemampuan mencatat anggaran dan membandingkannya dengan realisasi secara periodik.
d.    Expense reporting (pelaporan biaya), merupakan fungsi program untuk menghasilkan laporan berbagai pengeluaran atau pembebanan biaya.
e.    Financial reporting (Pelaporan keuangan), digunakan untuk menyajikan berbagai laporan keuangan standar, seperti laba rugi, perubahan modal, dan neraca.
f.    Payroll (penggajian), merupakan salah satu fungsi penting di dalam perusahaan, yaitu mencatat dan menghitung penggajian terhadap karyawan.
g.    Performance management (kinerja manajemen), merupakan fungsi untuk melakukan analisis berbagai data yang sudah dicatat oleh program.
h.    Tax (perpajakan) adalah fasilitas program untuk memperhitungkan, mencatat, dan menganalisis pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.
Program Perancangan Sistem
    Program perancang sistem adalah program yang digunakan oleh seorang perancang sistem untuk mempermudah dan mempercapat pekerjaannya. Program perancangan sistem digunakan untuk menggambar berbagai rancangan sistem, seperti flowchart, data flow diagram, struktur organisasi, dan program-program lain yang tidak harus sama antara satu perancang sistem dengan perancang sistem lainnya.
Keuntungan penggunaan program komputer untuk perancangan sistem adalah:
a.    Kumudahan penyuntingan diagram,
b.    Rancangan yang sudah jadi dapat dipakai pada perancangan subsistem yang lain,
c.    Beberapa perancang sistem dapat saling bekerja sama, bahkan meskipun mereka berada di tempat yang saling berjauhan (sepanjang ada koneksi internet).
d.    Hasil rancangan terlihat jauh lebih profesional dibanding rancangan manual.
Pekerjaan seorang perancang sistem akan meliputi program-program di bawah ini:
a.    Program aplikasi umum, seperti MS Word, MS Excel, MS PowerPoint.
b.    Program pembuatan diagram, denah, struktur organisasi, dan sejenisnya, diperlukan program-program gambar seperti SmartDraw, Chartist, MS Visio, dll.
c.    Program CASE (Computer Assisted Software Engineering), yaitu program yang digunakan untuk merancang dan menganalisis sistem, mulai dari perancangan prosedur, perancangan basis data, perancangan program dan perlengkapannya. Contoh program ini adalah PowerBuilder dan PowerDesigner.
Cara Mendapatkan Program
Program komputer cukup banyak tersedia di pasar komputer. Berikut ini cara mendapatkan program komputer.
a.    Membeli program jadi.
Keuntungan membeli program jadi adalah program ini sudah dirancang dengan profesional, telah melalui tahap uji coba yang cukup, dan memenuhhi kaidah yang berlaku umum.
Program jadi ini memiliki kelemahan, diantaranya adalah tidak mudah untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
b.    Memesan kepada perusahaan pengembang program komputer.
Kebaikan program ini adalah karena dirancang khusus untuk perusahaan, maka dijamin dapat dijalankan oleh perusahaan.
Kelemahan program ini adalah tidak ada perusahaan lain yang menggunakan program serupa, sehingga apabila perusahaan menghadapi masalah, maka tidak akan dapat berkomunikasi dengan sesama pengguna.
c.    Menyewa program dengan membayar setiap tahun atau secara periodik.
Keutungan menyewa program adalah perusahaan selalu mendapat versi baru dengan harga relatif lebih murah.
Kerugiannya adalah perusahaan akan selalu tergantung dengan perusahaan yang menyewakan program.
d.    Mencoba dulu program yang akan dipakai, dengan cara mengambil dari internet, atau bisa mendapatkan langsung dari perusahaan.
Keunggulan program ini adalah praktis untuk mendapatkannya, karena biasanya diambil dari internet. Kualitas program ini juga banyak yang baik. Hanya saja untuk mendapatkannyapun relatif sulit.
e.    Mendapatkan program gratis. Program gratis adalah program yang disebarluaskan secara cuma-cuma, dan tidak termasuk ke dalam program bajakan.
Program ini menguntungkan perusahaan karena harganya murah, kualitasnya seringkali tidak kalah dengan program komersial.
Kelemahan program seperti ini adalah tidak ada dukungan purna jual dari pembuatnya, sehingga kalau ada masalah, perusahaan harus mengatasinya sendiri.
Menjalankan Program Akuntansi
    Untuk memakai program komputer akuntansi, ada tiga langkah utama, yaitu:
1.    Menyiapkan Data Induk   
Data induk merupakan data yang mewakili suatu entitas. Data ini misalnya:
-    Data rekening    -     Data pemasok
-    Data persediaan    -    Data faktur
-    Barang dagangan    -    Data karyawan
-    Data pelanggan
Setelah data induk siap, pamakai program dapat mengatur setting program, misalnya tampilan warna layar, jumlah digit untuk pecahan, format kalender, dsb.
2.    Mencatat Transaksi
Setelah data induk selesai disiapkan, pemakai program dapat mencatat berbagai transaksi yang terjadi. Transaksi yang dapat dicatat meliputi:
a.    Pemesanan barang
b.    Mengirimkan barang kepada pelanggan
c.    Mengirimkan tagihan kepada pembeli
d.    Menerima pembayaran dari pelanggan
e.    Mencatat berbagai transaksi penyesuaian yang diperlukan untuk mengoreksi kesalahan maupun untuk persiapan proses tutup buku.
3.    Membuat laporan
Pada akhir periode, perusahaan perlu mencetak berbagai laporan keuangan akuntansi, seperti neraca, laba rugi, dan perubahan modal. Selain mencetak berbagai laporan, perusahaan juga perlu melakukan proses tutup bulan atau tutup tahun, yaitu menutup rekening-rekening nominal, seperti rekening penjualan dan biaya, sehingga jumlahnya mulai dari nol lagi untuk periode berikutnya.
Setelah langkah penutup ini, perusahaan siap menjalankan kembali pencatatan transaksi untuk periode berikutnya dan proses tutup periode.
   

Ulasan tentang Miras (Minuman Keras)

Konstitusi Indonesia Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 menyebutkan bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya kehidupan masyarakat di dalamnya terbentuk dalam bingkai ajaran agama. Secara ideal sebagai negara  yang   beragama,  akan   lebih   mudah   mengatur perkembangan minuman beralkohol atau yang sering juga disebut minuman keras (miras)  yang setiap saat dapat mengancam jiwa manusia.
Ajaran setiap agama pasti sepakat bahwa keberadaan minuman beralkohol dapat mengancam jiwa manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun kenyataan yang ada, negara kita sampai sekarang belum dapat membuat payung hukum tentang undang-undang larangan miuman beralkohol. Hal ini tidak lepas dari banyaknya kepentinga politik  yang ada di dalamnya.Perlu disadari bahwa adanya tuntutan masyarakat untuk membuat Peraturan hukum/undang-undang tentang larangan minuman beralkohol,   jangan disalah-artikan bahwa itu adalah keinginan/kepentingan sebagian  umat Islam dalam rangka menerapkan syariat Islam. Tuntutan dibentuknya UU tentang Larangan Minuman Beralkohol lebih dikarenakan bahaya minuman keras itu sendiri dalam kehidupan manusia.
Sebagai contoh di Amerika Serikat  meskipun  pemerintah AS tidak merujuk   pada   agama   Islam,   Presiden   Reagan   (1986)   telah   melakukan kampanye larangan minuman beralkohol (say no to alcohol) dan memberlakukan UU Larangan Minuman Beralkohol yang pada intinya berupa pelarangan dengan pengecualian.
Dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan rakyat.Peran dan partisipasi rakyat sangat besar peranannya didalam mewujudkan cita-cita pembangunan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan rakyat dapat diharapkan agar tujuan dan sasaran pembangunan itu akan tercapai sehingga dapat mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur.
Untuk mewujudkan suatu keadaan tersebut, bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai masalah yang kurang mendukung, bahkan dapat menjadi hambatan serta rintangan untuk pembangunan nasional yang dimana pembangunan nasional tersebut memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positif dari pembangunan nasional itu adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Sedangkan salah satu dampak negatifnya adalah terjadinya peningkatan kriminalitas dalam berbagai cara dan bentuk. Dampak negatif tersebut sangat besar pengaruhnya dan dapat menghambat kelancaran serta keberhasilan pembangunan. Di Indonesia, regulasi tentang peredaran miras dan minol diatur dalam   Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres) Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.Kepres ini mengatur syarat-syarat lokasi di mana saja miras dan minol bisa dijual.Selain itu, impor minuman beralkohol diawasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC),Kementerian Keuangan Republik Indonesia.Impor Minuman Mengandung Ethyl Alkohol (MMEA)dilakukan oleh importir khusus dengan ijin khusus.Sedangkan pendirian pabrik di Indonesia yang hendak memproduksi MMEA wajib memiliki NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai)yang mengenakan tarif cukai pada tiapliterMMEA.
Belakangan ini masyarakat Indonesia terutama para orang tua dan guru resah mendapati begitu mudahnya anak-anak mereka membeli minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (minol) terutama di gerai-gerai mini market yang kini bertebaran di hampir semua penjuru kota-kota besar dan kecil yang ada di Indonesia. Saat ini, setiap orang, tanpa memandang usia, seakan bebas membeli dan mengonsumsi miras dan minol.
Fenomena ini begitu meresahkan karena miras dan minol bukan saja merusak kesehatan bagi yang meminumnya tetapi juga mengakibatkan keresahan sosial yaitu mengganggu dan mengancam ketertiban bahkan keselamatan masyarakat. Masih lekat dalam ingatan kita tragedi minggu pagi di Tugu Tani yang merenggut nyawa sembilan orang akibat ditabrak pengendara mobil yang sedang dalam pengaruh alkohol. Atau begitu pilunya orang tua di Pamulang, Tangerang Selatan yang harus menerima kenyataan kehilangan anaknya, yang masih berusia 14 tahun akibat dibunuh oleh remaja 17 tahun karena ingin merampas telepon genggam anak tersebut untuk bisa mabuk-mabukan (Kompas, 12/12/2012). Kisah pilu karena miras juga menerpa seorang siswi berusia 15 tahun di Bogor yang harus kehilangan nyawanya setelah dipaksa temannya minum berbotol-botol miras (Kompas, 03/05/2012).
Rentetan peristiwa di atas cuma gambaran kecil bagaimana peredaran dan penjualan bebas miras dan minol yang tidak mengenal batasan umur dan lokasi ternyata begitu banyak menimbulkan keresahan sosial terutama memicu tindakan kriminal hingga penghilangan nyawa anak manusia. Masih banyak peristiwa-perisitiwa memilukan lain akibat miras dan minol yang menimpa remaja kita di seluruh wilayah Indonesia, hanya saja tidak ter-cover media.
Menjamurnya gerai-gerai mini market terutama di kota-kota besar menjadi salah satu faktor mudahnya anak-anak remaja yang juga pelajar dan mahasiswa ini mendapatkan miras. Gerai-gerai mini market ini dengan bebas menjual miras dan minol, mulai dari aneka jenis bir, minuman vodka, sampai yang berkandungan alkohol minimal 4 persen. Aneka miras beraneka warna dengan harga cukup terjangkau menarik hati para remaja yang berkantong pas-pasan untuk mencoba. Parahnya lagi, beberapa minimarket meletakkan miras dan minol di rak-rak yang begitu mudah dilihat dan dijangkau konsumen. Bahkan ada mini market yang memajang miras dan minol satu display dengan minuman anak-anak seperti susu.
Dampak lain dari bebasnya gerai-gerai minimarket ini menjual miras dan minol adalah semakin maraknya keberadaan komunitas-komunitas ‘peminum’ yang sebagian besar dari mereka adalah remaja (pelajar dan mahasiswa). Nongkrong di gerai-gerai mini market sambil menenggak miras dan minol malah sudah menjadi gaya hidup. Bahkan muncul stigma kalau remaja atau anak muda yang tidak ikut ‘minum’ dianggap cemen dan tidak bisa masuk atau bergaul dalam sebuah komunitas.
Kondisi ini cukup memprihatinkan. Bukan tidak ada regulasi yang mengatur  peredaran miras dan minol, Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres) Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol sudah jelas mengatur syarat-syarat lokasi di mana saja miras dan minol bisa dijual. Namun jika melihat apa yang terjadi saat ini, sepertinya ketentuan-ketentuan dalam Kepres ini sama sekali tidak diindahkan. Gerai mini market atau gerai sejenisnya (warung dan lainnya) leluasa menjual miras dan minol walaupun lokasi mereka berada di sekitar pemukiman, dekat sekolah, perkantoran, maupun tempat ibadah yang jelas-jelas dilarang oleh Kepres. Mereka juga bebas menjual miras dan minol kepada remaja (di bawah 21 tahun) yang belum begitu paham dampak buruk dari mengonsumsi miras dan minol, baik pribadi maupun sosial. Di satu sisi, daerah-daerah yang berinisiatif melarang peredaran semua jenis miras dan minol di wilayahnya, dalam implementasinya malah dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi. Sementara Rancangan Undang-Undang Miras yang saat ini masih menunggu persetujuan DPR, apakah akan masuk atau tidak ke dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2013 masih belum jelas perkembangannya.
Apakah kondisi ini akan dibiarkan terus terjadi. Apakah kita terus membiarkan anak-anak kita, generasi muda penerus bangsa, masa depannya rusak karena miras dan minol. Di saat peraturan sudah tidak diindahkan dan penegakan hukum tidak dilaksanakan maka satu-satunya cara adalah lewat kontrol sosial. Kita, masyarakat pemilik negeri ini harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sekitar kita. Untuk itu, Gerakan Anti Miras hadir sebagai gerakan sosial untuk mengontrol penjualan miras dan minol di masyarakat khususnya kepada anak dan remaja yang berusia di bawah 21 tahun.

Audit Proses Pembiayaan: Kas dan Investasi

Audit Proses Pembiayaan: Kas dan Investasi
1.    Auditing Kas
Unsur “kas” yang dilaporkan pada laporan keuangan merupakan kas di tangan dan kas yang disimpan dalam rekening koran, termasuk sertifikat deposito, deposito berjangka, dan tabungan. Sering kali “setara kas” (cash equivalents) digabungkan dengan kas untuk kepentingan penyajian dalam laporan keuangan. Contoh dari instrumen keuangan tersebut adalah surat utang pemerintah jangka pendek (treasury bills), surat berharga komersial (commercial paper), dan instrumen pasar uang (money market funds).
Karena seluruh transaksi akuntansi melalui akun kas sebagai bagian dari siklus “dari awal sampai akhir” (cradle-to-grave), kas dipengaruhi oleh satu atau seluruh proses bisnis entitas. Walaupun sumber utama penerimaan kas adalah pendapatan, kas juga didapatkan melalui penjualan aktiva tetap dan penerimaan dari penerbitan utang jangka panjang atau modal saham. Sumber utama pengeluaran kas adalah proses pembelian (persediaan dan aktiva tetap) dan manajemen sumber daya manusia. Pengeluaran kas lainnya adalah pembayaran utang jangka panjang dan pembelian kembali saham.
Penentuan auditor atas risiko pengendalian untuk transaksi proses pendapatan dan pembelian sangat memengaruhi sifat dan luas pengujian saldo akhir kas. Sebagai contoh, jika risiko pengendalian di bawah tingkat maksimum untuk kedua proses tersebut, auditor dapat mengurangi pengujian substantif atas saldo kas.
2.    Jenis Akun Bank
    Manajemen kas adalah suatu fungsi penting di seluruh organisasi. Untuk memaksimalkan posisi kas, entitas melaksanakan prosedur yang mempercepat penagihan penerimaan kas dan menunda pembayaran pengeluaran kas. Dengan prosedur tersebut, dihasilkan pendapatan bunga atas kelebihan kas atau berkurangnya biaya pinjaman tunai.
Berikut ini adalah jenis akun bank yang biasa digunakan:
a.    Akun kas umum
    Akun kas umum (general cash account) merupakan akun kas utama bagi kebanyakan entitas. Sumber utama penerimaan kas untuk akun ini adalah proses pendapatan, sedangkan sumber utama pengeluaran kas adalah proses pembelian dan sumber daya manusia.
b.    Akun kas impres
    Akun bank impres (imprest bank account) berisikan sejumlah uang tertentu yang digunakan untuk tujuan terbatas. Akun impres sering kali digunakan untuk pembayaran gaji dan cek dividen. Untuk keperluan penggajian digunakan akun bank terpisah bersaldo minimum. Pengeluaran dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau setoran langsung. Penggunaan akun impres juga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk merekonsiliasi akun kas umum.
c.    Akun cabang
    Perusahaan yang mengoperasikan cabang pada banyak lokasi dapat menggunakan akun terpisah pada bank lokal. Hal ini menjadikan setiap cabang dapat membayar pengeluaran lokal dan dapat membina hubungan dengan perbankan pada komunitas setempat. Akun kas cabang (branch cash account) dapat dioperasikan dengan beberapa cara. Pada beberapa entitas, akun cabang merupakan akun impres untuk pembayaran pengeluaran cabang yang saldo minimumnya telah ditetapkan. Cabang menyerahkan laporan kas secara periodik kepada kantor pusat, dan akun cabang menerima cek atau transfer dari akun kas umum. Dalam kasus lain, fungsi akun cabang seperti akun kas umum dengan mencatat penerimaan dan pengeluaran kas. Sebagai pengendalian, cabang harus diminta untuk menyerahkan laporan kas secara periodik kepada kantor pusat, dan manajemen juga harus melakukan pemantauan atas saldo kas di akun cabang.

3.    Prosedur Analitis Substantif Kas
Karena sifatnya yang bersisa, kas tidak memiliki hubungan yang dapat diprediksi dengan akun laporan keuangan lain. Maka, prosedur analitis substantif untuk audit kas terbatas hanya pada perbandingan saldo kas dengan saldo tahun sebelumnya dan dengan saldo anggaran. Penggunaan terbatas dari prosedur analitis substantif ini pada umumnya dapat digantikan dengan pengujian pengendalian dan/atau pengujian substantif ekstensif atas transaksi penerimaan dan pengeluaran kas, atau pengujian ekstensif atas rekonsiliasi bank entitas.

4.    Pengujian Substantif Kas
Dengan menguji transaksi penerimaan dan pengeluaran, auditor mendapatkan bukti penting atas asersi yang relevan dengan akun kas. Pada kebanyakan audit, pengujian substantif atas transaksi untuk penerimaan dan pengeluaran kas dilaksanakan bersamaan dengan pengujian pengendalian atas proses pendapatan dan pembelian.
5.1.  Pengaruh Pengendalian
Keandalan pengendalian klien atas penerimaan dan pengeluaran kas memengaruhi sifat dan luas pengujian terinci yang dilakukan auditor. Pengendalian yang beroperasi dengan efektif memberikan bukti asersi otorisasi kepada auditor.
Pengendalian utama yang memengaruhi langsung audit kas adalah pembuatan rekonsiliasi bank bulanan oleh karyawan klien yang terpisah dari fungsi penanganan dan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas. Rekonsiliasi bank tersebut memastikan bahwa saldo per buku klien mencerminkan jumlah yang sama dengan saldo bank setelah unsur-unsur yang direkonsiliasi dimasukan. Pengendalian dapat lebih ditingkatkan jika fungsi independen seperti auditor internal me-review rekonsiliasi bank.
Jika klien memiliki prosedur rekonsiliasi bank yang dilaksanakan tepat waktu, auditor dapat mengurangi pekerjaan audit atas saldo akhir kas.

5.2.  Asersi Yang Terkait Dengan Saldo
Prosedur audit utama untuk setiap akun kas adalah pengujian rekonsiliasi bank. Pendekatan audit atas rekonsiliasi bank pada dasarnya sama tanpa memerhatikan jenis akun bank yang diperiksa. Akan tetapi,jenis dan sifat setiap pekerjaan audit untuk akun kas umum lebih terinci karena biasanya jumlahnya material dan terdapat banyak aktivitas dalam akun.

5.    Audit Akun Kas Umum
Untuk mengaudit akun kas, auditor harus mendapatkan dokumen-dokumen berikut ini:
a.    Kertas Kerja Rekonsiliasi Bank
Auditor biasanya mendapatkan salinan rekonsiliasi bank yang dibuat oleh karyawan klien. Pada kertas kerja dilakukan rekonsiliasi saldo menurut bank dengan saldo menurut buku. Unsur yang direkonsiliasi terutama adalah setoran dalam perjalanan, cek yang beredar, dan penyesuaian lain seperti biaya jasa bank dan cek yang dikembalikan karena pelanggan tidak memiliki kas yang mencukupi dalam akunnya untuk membayar cek (cek kosong).
b.    Formulir Konfirmasi Bank Standart
Auditor biasanya melakukan konfirmasi atas informasi saldo akun dengan setiap bank atau lembaga keuangan di mana klien memiliki akun. Bentuk ini juga digunakan untuk mendapatkan informasi adanya pinjaman yang didapatkan klien dari bank. Bentuk konfirmasi ini tidak meminta karyawan bank untuk melaksanakan penyelidikan menyeluruh dan terinci atas catatan bank yang melebihi informasi akun yang diminta dalam konfirmasi.
c.    Laporan Pisah Batas Bank
Langkah utama dalam mengaudit rekonsiliasi bank adalah melakukan verifikasi atas ketepatan unsur-unsur yang direkonsiliasi seperti setoran dalam perjalanan dan cek yang beredar. Auditor memerlukan pisah batas rekening koran untuk menguji unsur-unsur yang terdapat dalam rekonsiliasi bank. Pisah batas rekening koran umumnya mencakup periode 7 sampai 10 hari setelah tanggal rekonsiliasi akun bank.
d.    Pengujian Atas Rekonsiliasi Bank

6.    Prosedur Audit Yang Terkait Dengan Kecurangan
Jika klien tidak memiliki prosedur pengendalian yang memadai atau auditor menduga terdapat kecurangan atau penyalahgunaan kas, maka diperlukan prosedur audit kas yang lebih luas. Walaupun beberapa jenis kecurangan seperti pemalsuan atau kolusi sulit dideteksi. Tiga prosedur audit yang khususnya digunakan auditor untuk menemukan kecurangan pada akun kas adalah:
a.    Prosedur Rekonsiliasi Bank Yang Diperluas (Extended Bank Reconciliation Procedure)
Pendekatan khusus untuk menyelidiki kemungkinan kecurangan adalah dengan memperluas prosedur audit atas rekonsiliasi bank dengan memeriksa penghapusan unsur yang harus direkonsiliasi yang terdapat pada rekonsiliasi bank bulan sebelumnya dan unsur yang harus direkonsiliasi pada rekonsiliasi bank bulan berjalan.
b.    Pembuktian Kas (Proof of Cash)
Pembuktian kas digunakan untuk merekonsiliasi penerimaan dan pengeluaran kas yang tercatat pada buku klien dengan kas yang disetorkan atau dikeluarkan dari akun bank pada suatu periode tertentu. Tujuan pokok pembuktian kas adalah:
1)    Memastikan bahwa seluruh penerimaan kas yang dicatat pada jurnal penerimaan kas, disetorkan ke akun bank klien.
2)    Untuk memastikan bahwa seluruh pengeluaran kas yang dicatat pada jurnal pengeluaran kas telah dikeluarkan dari akun bank klien.
3)    Untuk memastikan bahwa tidak ada transaksi bank yang dihilangkan dari catatan akuntansi klien.
4)    Perlu diketahui bahwa pembuktian kas tidak dapat mendeteksi pencurian kas sebelum dicatat dalam buku klien.
c.    Pengujian Untuk Kiting (Tests for Kiting)
Jika kas dicuri oleh karyawan sangatlah mungkin untuk menutupi kekurangan kas dengan praktik yang dikenal sebagai kiting. Yaitu karyawan menutupi kekurangan kas dengan melakukan transfer dari satu akun bank ke akun bank yang lain dan tidak mencatat transaksi tersebut dengan benar dalam buku klien. Pendekatan yang umumnya dilakukan auditor untuk menguji kiting adalah membuat skedul transfer antarbank. Skedul transfer antarbank digunakan walaupun prosedur pengendalian memadai dan tidak dicurigai adanya kecurangan. Jika klien menggunakan banyak akun, transfer kas dapat ditangani dengan tidak hati-hati. Penggunaan skedul transfer antarbank memberikan bukti kepada auditor atas kelayakan pisah batas transaksi kas.

6.1    Auditing Akun Penggajian atau Akun Imprest Cabang
Auditor mendapatkan rekonsiliasi bank bersama-sama dengan konfirmasi bank standar dan pisah batas rekening koran. Akan tetapi, pengujian audit tidak terlalu luas untuk dua alasan. Pertama, saldo impres pada akun tersebut tidak material. Akun penggajian dan cabang dapat hanya berisikan saldo sebesar $ 1.000. Kedua, jenis pengeluaran adalah homogen. Cek dikeluarkan untuk jenis transaksi yang sama dan untuk jumlah yang relatif kecil.
6.2 Audit Dana Kas Kecil
    Kebanyakan entitas mempunyai dana kas kecil untuk membayar beban atau transaksi tertentu. Walaupun saldo dana tidak material, terdapat kemungkinan penyalahgunaan karena karyawan klien dapat melakukan banyak transaksi kecurangan atas dana tersebut pada suatu bagian tahun. Auditor jarang melakukan prosedur substantif analitis atas kas kecil, kecuali bila diduga terdapat kecurangan. Akan tetapi, auditor mendokumentasikan pengendalian atas dana kas kecil terutama untuk klien kecil.
a.    Pengendalian (Control)
Dana kas kecil harus dikelola atas dasar impres oleh pemegang kas (kustodian) yang independen. Voucher kas kecil yang telah dinomori harus digunakan bila menarik kas dari dana kas kecil, dan limit pengeluaran kas kecil perlu dibentukan. Secara periodik, dimintakan penggantian atas dana kas kecil dari akun kas umum sejumlah nilai voucher. Klerek utang usaha harus me-review voucher atas ketepatan sebelum dilakukan penambahan dana kas kecil. Terakhir, seseorang yang independen dari fungsi kas harus melakukan pemeriksaan mendadak atas dana kas kecil.
b.    Pengujian Audit (Audit test)
Pada tahap pertama, auditor mendapatkan pemahaman atas pengendalian kas kecil klien. Audit atas kas kecil difokuskan pada baik transaksi yang diproses melalui kas kecil selama suatu periode maupun saldo dana kas kecil. Auditor memilih sampel penggantian kas kecil dan memeriksa ketepatan unsur-unsur yang dibayar oleh kas kecil. Hal ini dapat dilakukan sebagai bagian dari pengujian pengendalian atau pengujian terinci atas transaksi dari fungsi pengeluaran kas. Auditor menguji saldo dana kas kecil dengan menghitungnya. Penghitungan ini dapat dilakukan pada tanggal interim atau pada akhir tahun.
c.    Isu Pengungkapan atas Kas
Auditor harus mempertimbangkan sejumlah pengungkapan penting laporan keuangan pada saat mengaudit kas. Review risalah rapat dewan komisaris, perjanjian pagu kredit, perjanjian pinjaman, dan dokumen lain adalah sumber utama informasi pengungkapan laporan keuangan. Di samping itu, auditor juga melakukan konfirmasi unsur-unsur seperti saldo minimum yang diharuskan sehubungan dengan pagu kredit dari bank.
7.    Audit Investasi
Investasi dapat berupa efek ekuitas, seperti saham biasa dan preferen, efek utang, seperti wesel dan obligasi, dan efek hibrid seperti obligasi dan saham yang dapat dikonversi. Perlakuan akuntansi atas instrumen tersebut tergantung pada beberapa faktor seperti persentase kepemilikan atas entitas, tingkat pengaruh dalam pengambilan keputusan, klasifikasi investasi sebagai aktiva lancar atau tidak lancar, dan berbagai macam faktor lainnya.
Pertimbangan auditor atas investasi tidak berbeda dengan akun laporan keuangan lain. Yaitu, auditor harus yakin bahwa jumlah berbagai jenis investasi yang terdapat pada neraca, tidak disalahsajikan secara material. Hal ini termasuk pengakuan yang tepat atas pendapatan bunga, dividen, dan perubahan nilai yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan.
Pendekatan auditor atas audit investasi bervariasi tergantung ukuran investasi dan jumlah aktivitas investasi. Untuk entitas yang memiliki portofolio investasi besar, auditor mengikuti strategi ketergantungan di mana dilakukan evaluasi pengendalian internal dan pengujian pengendalian untuk menetapkan risiko pengendalian di bawah maksimum. Akan tetapi, untuk kebanyakan entitas, akan lebih efisien bila auditor mengikuti strategi substantif dan melakukan audit terinci atas audit investasi efek pada akhir tahun.
a.      Asersi dan Prosedur Pengendalian Terkait
Berikut ini adalah pengendalian umum yang harus terdapat dalam setiap asersi penting investasi.

1)    Keterjadian dan Otorisasi (Occurence and Authorization)
Pengendalian harus memastikan bahwa pembelian dan penjualan investasi diajukan oleh seseorang yang memiliki wewenang. Pertama, klien harus memiliki dokumen yang memadai untuk verifikasi bahwa pembelian atau penjualan efek telah dilakukan dan disetujui dengan layak. Kedua, komitmen atas sumber dana aktivitas investasi harus disetujui oleh dewan komisaris atau oleh eksekutif yang telah diberi wewenang.
2)    Kelengkapan (Completeness)
Klien harus memiliki pengendalian yang memadai yang memastikan bahwa seluruh transaksi efek telah dicatat. Salah satu pengendalian untuk penanganan secara rinci seluruh transaksi efek adalah buku besar efek yang mencatat seluruh efek yang mencatat seluruh efek yang dimiliki entitas. Buku besar pembantu harus direkonsiliasi ke akun pengendali buku besar secara periodik.
3)    Akurasi dan Klasifikasi (Accuracy and Classification)
Masalah akurasi dan klasifikasi terutama berhubungan dengan investasi efek adalah sangat penting. Standar FAS 115 mensyaratkan bahwa investasi tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sebagai berikut:
a)      Efek utang yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo diklasifikasikan sebagai efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity)dan disajikan sebesar biaya perolehan setelah amortisasi premi atau diskonto.
b)      Efek utang dan ekuitas yang dibeli dan dimiliki dengan tujuan untuk dijual kembali dalam waktu dekat diklasifikasikan sebagai efek yang diperdagangkan (trading securities) dan disajikan sebesar nilai wajar, biaya perolehan setelah dikurangi laba atau rugi yang belum direalisasi.
c)      Efek utang dan ekuitas yang tidak diklasifikasikan sebagai efek yang dimiliki hingga jatuh tempo atau diperdagangkan, diklasifikasikan sebagai efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale-securities) dan disajikan sebesar nilai wajar, di mana laba atau rugi yang belum direalisasi tidak boleh dimasukan penghasilan dan dilaporkan sebagai komponen terpisah dari ekuitas pemegang saham.
Pengendalian harus memastikan bahwa efek-efek telah diklasifikasikan dengan benar dan harga yang tepat telah digunakan agar nilai investasi pada laporan keuangan akurat. Klien harus memiliki prosedur penyimpanan (kustodian) memadai untuk melindungi aktiva dari pencurian.Prosedur pengamatan dilakukan secara periodik oleh seseorang yang independen dari fungsi penyimpanan maupun akuntansi efek.
b.      Prosedur Substantif untuk Menguji Investasi
Prosedur analitis substantif berikut dapat dipakai untuk menguji kewajaran investasi secara menyeluruh:
1)      Perbandingan saldo investasi tahun berjalan dengan saldo tahun sebelumnya setelah mempertimbangkan penagaruh aktivitas operasi dan pendanaan tahun berjalan terhadap kas dan investasi.
2)      Perbandingan pendapatan bunga dan dividen tahun berjalan dengan yang dilaporkan pada tahun sebelumnya dan dengan tingkat pengembalian investasi yang diharapkan.
Standar Audit (SA Seksi 332) memberikan pedoman prosedur audit substantif yang dapat dilakukan auditor untuk mengumpulkan bahan bukti sehubungan dengan pengungkapan asersi investasi.
1)      Keberadaan
Standar audit menyatakan bahwa auditor harus melakukan satu atau lebih prosedur audit berikut:
a)      Inspeksi fisik
b)      Konfirmasi dengan penerbit (issuer)
c)      Konfirmasi dengan kustodian
d)     Konfirmasi dengan pialang mengenai transaksi yang belum diselesaikan.
e)      Konfirmasi dengan pihak imbangan (counterparty)
f)       Membaca perjanjian pelaksanaan kemitraan atau perjanjian sejenis.
Jika klien melakukan penyimpanan efek, auditor biasanya memeriksa efek. Jika efek disimpan oleh penerbit atau kustodian seperti pialang atau penasihat investasi, maka auditor melakukan konfirmasi untuk mendapatkan bukti yang cukup dan kompeten atas asersi keberadaan.
2)      Penilaian dan Alokasi
Pertama-tama, efek yang dibeli dicatat pada biaya perolehan. Efek utang yang dimiliki hingga jatuh tempo dinilai berdasarkan biaya perolehan setelah amortisasi. Auditor harus melakukan verifikasi harga perolehan atas utang, dan tingkat bunga efektif yang akan digunakan untuk mengakui pendapatan bunga, sehingga auditor dapat melakukan perhitungan ulang. Auditor juga harus menilai apakah terdapat penurunan permanen atas nilai efek investasi. Jika nilai investasi ditetapkan telah mengalami penurunan permanen, efek harus dicatat dan nilai buku yang baru harus ditentukan. Terakhir, auditor harus memeriksa penjualan efek untuk memastikan bahwa nilai yang tepat telah digunakan untuk mencatat penjualan dan keuntungan atau kerugian yang direalisasi.
3)      Asersi Pengungkapan
Terdapat dua masalah penting dalam pemeriksaan kelayakan klasifikasi investasi. Pertama, surat berharga yang mudah diperjualbelikan harus diklasifikasikan dalam dimiliki hingga jatuh tempo, diperdagangkan, dan tersedia untuk dijual karena baik neraca maupun laporan laba rugi terpengaruh oleh kesalahan klasifikasi. Kedua, klasifikasi laporan keuangan mensyaratkan bahwa seluruh efek yang diperdagangkan dilaporkan sebagai aktiva lancar. Sedangkan efek yang dimiliki hingga jatuh tempo atau tersedia untuk dijual sebagai aktiva lancar atau tidak lancar tergantung pada apakah manajemen akan mengubah efek tersebut menjadi kas dalam waktu 12 bulan.
Standar audit juga memberikan pedoman kepada auditor dalam melakukan evaluasi baik tujuan manajemen atas investasi maupun kemampuan entitas untuk memiliki efek utang hingga jatuh tempo. FASB 115 mensyaratkan pengungkapan tertentu atas efek. Sebagai contoh, seluruh nilai wajar dan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas efek harus disajikan bagi efek yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Sebagian besar dari informasi yang diperlukan dalam pengungkapan dikembangkan dari asersi yang diuji. Di samping itu, jumlah efek yang dijaminkan harus diungkapkan. Informasi tersebut dapat dihimpun melalui tanya jawab dengan manajemen serta me-review risalah rapat dewan komisaris, perjanjian pinjaman, dan dokumen lainnya.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes